Cari Modal Judi, Karyawan Bobol Kantornya

Wakapolres Mataram, Nanang Santosa menunjukkan barang bukti kasus pencurian dengan tersangka KD, Jumat, 26 Oktober 2018 didampingi Ps Kasubbaghumas Polres Mataram, Wiwin Widarti. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Seorang karyawan, KD alias MK (21) menyatroni kantor tempatnya bekerja. Meski digaji cukup, kecanduan judi dan miras yang membuatnya nekat. Perlengkapan kantor yang bergerak di bidang jasa penyelenggaraan acara digasak sampai merugi Rp40 juta.

Wakapolres Mataram, Kompol Nanang Santosa menjelaskan, pelaku dipercaya memegang kunci ruko tempat penyimpanan alat-alat.

Iklan

“Dia beraksi seolah-seolah sedang bekerja. Dia ini kalau lagi ada event di bagian perlengkapan,” ujarnya, Jumat (24/10) didampingi Ps Kasubbaghumas Polres Mataram, Ipda Wiwin Widarti.

Tersangka KD beraksi Selasa, 9 Oktober 2018 lalu di saat kantornya sedang libur menggelar event. Berbekal kunci asli, KD masuk ke dalam ruko yang beralamat di Jalan Banda Sraya Pagutan, Mataram itu.

Satu per satu harta kantor diangkut keluar. Mulai dari TV LED 42 inch yang dibawanya sendiri pakai sepeda motor.

Keesokan harinya, tersangka meminjam motor roda tiga ke tetangganya. Lantas dipakai mengangkut amplifier, power supply, masing-masing seharga Rp12 juta sampai mesin jenset 7.500 watt.

Sebelumnya, tersangka sukses membawa keluar dua kardus gelas dan alat pengeras suara. Hal itu yang melatarbelakanginya melanjutkan aksi pencurian di tempatnya bekerja sejak setahun silam itu.

“Gelasnya saya kasi ke orang yang tidak mampu, korban gempa,” kata KD mencoba membela diri saat ditanyai penyidik Satreskrim Polres Mataram.

Awalnya dia enggan mengaku, tetapi setelah ditunjukkan barang bukti, akhirnya KD tidak sanggup mengelak lagi.

Dia kemudian mengakui, TV LED dijualnya seharga Rp3,2 juta, power amplifier dilego Rp2 juta, dan jenset dijual Rp2,9 juta.

“Sudah habis saya pakai main judi boladil di Cakra. Sisanya untuk beli tuak,” kata warga Langko, Lingsar, Lombok Barat ini.

Aksinya terbongkar setelah pemilik memergoki ruko sudah sepi dari peralatan. Tersangka KD ditangkap saat sedang asyik minum tuak.

Tersangka KD kini sudah ditahan di Polres Mataram dan bakal disangka pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Paling lama ancaman hukumannya tujuh tahun,” tandas Nanang. (why)