Cari Madu, Warga Kerekeh Temukan Kerangka Manusia di Gunung

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Warga Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis, menemukan kerangka diduga milik manusia di lokasi gunung Olat Ojong, Selasa, 15 Mei 2018 lalu. Kerangka tersebut ditemukan seorang warga setempat saat hendak mencari madu. Hal ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zaky Maghfur, SIK yang dikonfirmasi, Rabu, 16 Mei 2018 membenarkan penemuan tersebut. Awalnya, pihaknya mendapatkan informasi penemuan tulang belulang diduga milik manusia dari masyarakat dan kepala desa setempat pada Selasa (15/5) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Iklan

Tulang belulang tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari madu di daerah gunung Olat Ojong. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi desa setempat untuk membuktikan kebenarannya.

Bersama dengan kades dan warga pihaknya kemudian beranjak ke lokasi gunung yang jarak tempuhnya sekitar 30 sampai 45 menit. Setelah melakukan pengecekan, pihaknya menemukan beberapa bagian tulang yangyang cenderung menyerupai tulang manusia. Seperti bagian rahang, beberapa bagian gigi, tulang panggul atau pinggang.

Mengenai beberapa bagian tulang tersebut, pihaknya secara pribadi tidak bisa memberikan keterangan secara medis. Karena yang mempunyai kompetensi adalah kedokteran. “Ada enam bagian yang kami temukan. Tulang yang menyerupai bagian lengan, paha, betis, kaki . Kemudian dua bagian panggul dan rahang,” ujarnya.

Diakui Zaky, selain tulang belulang, di lokasi pihaknya juga menemukan pakaian, jaket, topi dan dompet. Dimana di dalam dompet terdapat identitas baik SIM dan KTP dengan nama HS (45). Jika dilihat posisi topi dan tulang yang ditemukan, kemungkinan korban menggunakan topi sebelum meninggal.

Dari penelusuran serta keterangan yang diperoleh, HS adalah orang yang dilaporkan hilang pada bulan November 2017 lalu. Selain identitasnya sama, ciri-ciri pakaian yang ditemukan di lokasi sama dengan yang dilaporkan hilang beberapa bulan yang lalu. Dari keterangan istri, kerabat dan keluarga korban dari tulang belulang tersebut dikenali bentuk rahangnya.

“Keterangan sementara yang kami dapatkan bahwa rahangnya menyerupai. Istri yang sempat melaporkan hilang itu menduga bahwa salah satu bagian tulang itu adalah milik suaminya,” tandasnya.

Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui penyebab dari kematian korban. Apakah karena sakit ataupun mengalami permasalahan sebelumnya dan lain sebagainya, pihaknya masih mendalaminya. “Kami masih mendalami apa penyebab kematiannya. Kami masih memperdalam apakah sebelumnya yang bersangkutan sempat sakit, atau ada permasalahan dan sebagainya,” pungkasnya. (ind)