Cari Dana di Pusat, ’’Mataram Kreatif Distric’’ Tak akan Bebani APBD

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan bahwa skema pembiayaan Mataram Kreatif Distric, tidak akan membebani APBD Kota Mataram. Pemkot Mataram, katanya, akan berupaya mencari sumber-sumber pendanaan dari pemerintah pusat. Baik dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Tugas Pembantuan (TP) maupun pendanaan yang bersumber dari non APBD.

Sementara itu, terkait penerapan analisis resiko terhadap target dan capaian dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2021-2026, Mohan mengatakan bahwa target capaian yang akan dicapai merupakan angka-angka proyeksi dan harapan yang terukur berdasarkan kemampuan analisis melalui Musrenbang yang dihadiri oleh pemangku kepentingan pembangunan.

Iklan

Disamping itu, target juga merupakan arah dalam membimbing rencana agar berjalan sesuai harapan. ‘’Dan kami sadari tidak semua target dapat secara tepat dicapai, dan sesuai Permendagri juga diamanatkan untuk melakukan evaluasi terhadap capaian target yang telah ditetapkan,’’ demikian Mohan.

Pada bagian lain, orang nomor satu di Kota Mataram ini menyampaikan, bahwa peran dan aktifitas IKM Kota Mataram selama beberapa tahun ini berkontribusi langsung sebagai bagian penggerak tumbuhnya kategori usaha Industri Pengolahan. Sehingga pemerintah Kota Mataram berkomitmen melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan daya saing pelaku IKM Kota Mataram ke depan, baik dari sisi kapasitas, kapabilitas serta keberlanjutan usahanya terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Sebelumnya, hal ini menjadi sorotan Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram. Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, S.Pt., saat menyampaikan pemandangan umum fraksinya di hadapan rapat paripurna belum lama ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi akibat pandemi covid-19 telah memberi efek kejut pada seluruh ekonomi daerah telah terjun bebas.

Namun demikian, belum terlihat strategi Pemkot Mataram untuk mempekuat fundamental ekonomi warga Kota Mataram yang notabenenya adalah bergantung pada sektor jasa dan perdagangan. Padahal, janji politik “HARUM” akan membuat Mataram Kreatif Distric. ‘’Disini kami belum melihat bagaimana road map dari program itu, karena jelas jika program itu dilakukan di tengah pandemi covid-19 akan jelas mengurangi pendapatan daerah,’’ ujar Wiska. (fit)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional