Cara Unik Warga Dasan Geria Kembangkan Pariwisata

RTG di Desa Dasan Geria yang dibangun menjadi kawasan wisata. RTG ini di samping menjadi tempat tinggal juga bisa dipakai untuk penginapan. (Suara NTB/her)

Pemerintah desa (Pemdes) dan warga Dasan Geria Kecamatan Lingsar punya cara unik untuk mengembangkan destinasi wisata di desanya. Pemdes bersama warga setempat sudah menyiapkan lokasi-lokasi wisata yang bisa dijual menjadi paket wisata kepada pengunjung.

Lokasi wisata ini mulai dari tempat kemah, padepokan seni hingga membangun Rumah Tahan Gempa dengan konsep wisata vila  lumbung modern, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung. RTG yang dibangun lain dari pada yang lain, karena bangunannya menyerupai homestay atau tempat penginapan.  RTG ini dibangun di atas bukit dengan pemandangan yang begitu indah.

Iklan

Berlokasi di Dusun Murpeji, puluhan RTG ini dibangun berjejer. Jarak dari kantor desa sekitar 600 meter. Namun akses jalan menuju lokasi ini mulus, hanya saja sedikit sempit. Pembangunan RTG dengan konsep wisata di dusun ini dibagi di dua tempat, satu lokasi dibangun 16 RTG dan sisanya di lokasi lain 30 RTG. Meski bangunan RTG ini belum selesai dibangun, namun tampilannya unik seperti penginapan di lokasi wisata. Bahan bangunan yang didominasi dari kayu menambah antik. Pemandangan di lokasi ini semakin indah, karena dari ketinggian bisa dilihat lembah dan perbukitan nan hijau.

Jumrah, warga setempat mengaku mendukung pembangunan RTG-nya menggunakan konsep seperti penginapan di lokasi wisata. “Saya setuju sekali dengan konsep pembangunan RTG ini,” jelas dia.

Pembangunan RTG dimulai sejak beberapa bulan lalu. Awalnya, RTG dibangun di daerah bawah, namun ia lebih setuju dibangun di sana.  Ia sendiri mendapatkan bantuan Rp 50 juta, karena kondisinya kategori rusak berat. Di daerah itu ada juga yang mendapatkan bantuan Rp 10 juta dan 14 juta.  Selama pengerjaan , tidak ada kendala. Pekerjanya berasal dari warga setempat.

Kepala Desa Dasan Geria, Nawa Komptaresa  mengatakan pembangunan RTG di Dusun Murpeji menggunakan konsep wisata untuk mendukung pengembangan pariwisata di desanya. Di dusun ini ada korban gempa tengah membangun RTG dengan konsep vila lumbung modern.  Untuk membangun RTG ini pihaknya  sudah presentasi kepada dinas terkait. “Saya berharap tempat telokasi ini menjadi percontohan,” jelas dia.

Sejauh ini lokasi wisata yang sudah ada, seperti taman untuk beristirahat pengunjung. Taman ini terhubung dengan padepokan di Geria Utara. Di padepokan  seni ini disiapkan beberapa atraksi lokal khas, di mana pengunjung diterima tokoh adat. “Lalu puncaknya di Dusun Murpeji, pengunjung bisa menginap di sana, nikmati penganan tradisional, kegiatan tradsional,” jelas dia.

Di dusun ini juga disiapkan paket wisata, seperti belajar menulis dengan huruf Sasak. Pentas wayang, kemudian ada juga beberapa atraksi.

Sejauh ini beberapa lokasi wisata ini sudah ramai dikunjungi seperti halnya taman. Kebanyakan wisatawan yang datang lokal. Di sini ada wahana outbound dan kemah serta wisata buah. Penyiapan berbagai lokasi wisata ini dianggarkan dari DD yang dirancang oleh pengurus pokdarwis. Ada juga diinisiasi perorangan, di mana di lokasi ini ada lahan dua hektar yang dikelola. “Nyaman tempatnya dan viewnya indah sekali,” imbuh dia.

Dijelaskan, paket wisata ini akan mulai dibuka untuk umum setelah pembangunan RTG penginapan selesai dibangun. Pihaknya tidak perlu menunggu pembangunan Bendungan Meninting selesai.  (her)