Cara Desa Penujak Sambut MotoGP, Ubah Kawasan Kumuh Jadi Wisata Angkringan

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, meresmikan wisata angkringan Desa Penujak Praya Barat Lombok Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. (Suara NTB/kir)

Gelaran event balap dunia MotoGP di kawasan The Mandalika sudah semakin dekat. Sejumlah desa dilingkar kawasan The Mandalika pun terus berbenah. Tidak terkecuali Desa Penujak Kecamatan Praya Barat yang berada di lingkar kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Selain terus berupaya mengeliatkan kembali sentra gerabak, Desa Penujak kini juga tengah berusaha mengembangkan wisata angkringan.

Terinsiprasi dari Kota Yogyakarta, Desa Penujak pun kini sudah memiliki satu lokasi wisata angkringan di Dusun Karang Dalem. Berada di atas bantaran sungai, area tersebut sebelum menjadi lokasi wisata angkringan dulunya merupakan kawasan kumuh tempat pembuangan sampah warga sekitar. Sebagai tahap awal, ada tujuh lokal angkringan dibangun di lokasi tersebut. Dibangun dengan bantuan anggaran dari pemerintah provinsi melalui program Penataan Destinasi Pariwisata serta swadaya masyarakat desa setempat.

Iklan

Wisata angkringan yang menjual berbagai macam panganan lokal tersebut pun sudah dilengkapi dengan fasilitas umum penunjang, seperti toilet dan fasilitas protokol Covid-19. Kamis, 14 Januari 2021, wisata angkringan diresmikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Lokasi wisata angkringan ini dulunya area kumuh dan jadi tempat pembuangan sampah oleh warga, aku L. Suharto, Kepala Desa Penujak.

Berangkat dari keprihatinan warga sekitar terkait kondisi lokasi tersebut yang kumuh dan kotor, warga kemudian tergerak untuk mulai membersihkan area tersebut dari sampah. Selanjutnya dijadikan tempat berjualan pangan lokal oleh warga setempat. Lambat laun, lokasi tersebut semakin berkembang. Banyak warga yang juga ikut menjajakan produk makanan.

Awalnya pedagang kita siapkan tenda seadanya. Saat ada kunjungan Wagub NTB pertengahan tahun 2020 lalu, kita usulkan bantuan. Dan, ternyata direspon positif, ujarnya. Sejak ada lokasi wisata angkringan tersebut, pendapatan pedagang sekarang mulai meningkat. Dalam sehari, pedagang bisa meraup pemasukan hingga Rp500 ribu.

Ke depan, dengan semakin berkembangnya pariwisata di daerah ini, terlebih dengan adanya event MotoGP di kawasan The Mandalika, wisata angkringan tersebut bisa semakin berkembang. Dengan banyaknya wisatawan yang datang. Sehingga bisa mendorong peningkatan taraf ekonomi warga sekitar. Angkringan ini selain bisa menjawab persoalan lingkungan, sekaligus menjawab persoalan ekonomi warga, tandasnya.

Sementara itu, Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berharap fasilitas wisata angkringan tersebut bisa dipeliara dan dijaga. Bahkan dikembangkan, supaya bisa memberikan manfaat besar bagi warga desa setempat. Terutama aspek kebersihannya harus benar-benar dijaga dengan baik, pesannya.

Karena salah satu kunci mengembangkan desa wisata, ialah desa tersebut atau lokasi wisata tersebut harus bersih. Sehigga wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung. Jangan hanya saat diresmikan atau acara-acara tertentu saja dibersihkan. Tetap harus berkelanjutan dan jadikan prilaku hidup bersih sebagai prilaku warga dalam kesehariannya.

Kalau sudah bersih, warga akan sehat. Orang akan semakin senang dan banyak datang. Tentunya ekonomi akan berputar. Pada ujungnya warga yang akan merasakan dampak ekonominya, harap Rohmi yang pada kesempatan yang sama menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah bagi Pokdarwis Desa Penujak. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional