Capaian PAD Rendah, Dewan Minta Bupati Evaluasi Kepala OPD

Rapat evaluasi Pelaksanaan APBD Lotim Tahun Anggaran 2020 yang dipimpin Bupati H. M. Sukiman Azmy bersama seluruh pimpinan OPD, Senin, 21 Desember 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meminta kepada bupati untuk melakukan evaluasi terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang capaian Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) masih rendah. Upaya ini penting dilakukan agar masing-masing kepala OPD tidak ketagihan bekerja tanpa mengindahkan target yang sudah ditentukan.

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, S.E., mengatakan, apabila ada OPD yang tidak mencapai target baik dari sisi pencapaian yang ada di RPJMD maupun pencapaian PAD, maka sesuai komitmen kepala daerah untuk melakukan evaluasi di akhir tahun. Apabila hingga penghujung tahun tidak ada pergerakan, maka disarankan supaya kepala daerah melakukan mutasi pejabat.

 “Ini juga sebagai salah satu wujud nyata Pemda dalam memberikan motivasi bagi masing-masing OPD,” tegasnya, Senin, 21 Desember 2020.

Dikatakannya, komitmen di tingkat dewan terdapat jenjang diskusi yang cukup panjang. Di mana Pemda Lotim melalui tim ekonomi yang menganalisa masalah PAD. Apalagi beberapa kepala OPD berjanji untuk mencapai target yang sudah ditetapkan. Pencapaian target yang sudah ditetapkan oleh Pemda dan DPRD Lotim seyogyanya harus dituntaskan dan setidaknya mendekati target.

Apabila ada yang capaian PAD masih berada di 20 persen bahkan 15 persen hingga penghujung tahun. Daeng Paelori menilai jika OPD tersebut tidak bekerja, sehingga sangat sangat pantas dilakukan evaluasi baik kepala OPD dan regulasinya. Evaluasi ini penting karena berdampak pada kinerja kepala daerah secara keseluruhan terutama dalam laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah.

Di sanalah segala target-target pencapaian akan terlihat. Sehingga apabila tidak mencapai target, tentunya tanggung jawab itu berada di kepala daerah. Ia menyarankan supaya ketika kepala OPD kesulitan mencapai target, karena terbentur regulasi supaya disampaikan ke DPRD maupun kepala daerah.

Daeng tidak menampik dalam situasi Covid-19 memang tidak tercapai PAD 100 persen. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan yang meniadakan pemungutan PAD seperti di pasar, hotel dan lainnya. Namun setidaknya angka 80 persen capaian PAD masing-masing OPD cukup bagus. Sementara apabila sampai saat ini masih 20 persen ataupun 30 persen perlu dilakukan evaluasi dipertanyakan kinerja dari kepala OPD tersebut.

Sementara, dalam rilis yang dikeluarkan Pemda Lotim. Serapan anggaran Kabupaten Lotim tertinggi ke-4 di antara seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Pandemi covid-19 tidak mengganggu serapan dan anggaran Lotim. Meski demikian, Bupati Lotim, Drs. H. M. Sukiman Azmy menekankan agar di tahun-tahun mendatang serapan anggaran dapat mencapai di atas 95 persen, termasuk untuk fisik.

Penekanan tersebut disampaikan bupati dalam Rapat evaluasi Pelaksanaan APBD Lotim Tahun Anggaran 2020 Di hadapan seluruh pimpinan OPD, bupati menekankan agar seluruh OPD bekerja secara optimal melalui inovasi dan jemput bola.

Memberikan apresiasi terhadap capaian OPD yang telah melampaui targetnya seperti RSUD dr. Raden Soejono Selong (115%), Koperasi dan UKM (158%), serta Dinas Kominfo dan Persandian (110%).

Bupati mengaku kecewa terhadap kinerja sejumlah OPD yang bahkan masih berada di bawah 50% seperti Dinas Pertanian, PUPR, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Bupati menyayangkan pula kegagalan OPD menarik dana pusat untuk kepentingan masyarakat.

Pada tahun 2021 mendatang diharapkan OPD dapat bergerak secara progresif dengan mempersiapkan pelaksanaan anggaran 2021 secepat mungkin. Dengan demikian pada Januari proses lelang sudah dapat dilaksanakan. Bupati menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan setiap kegiatan. (yon)