Cantumkan Jumlah Tidak Sesuai Dapodik, SLB Swasta Perlu Tertibkan Pendataan Jumlah Siswa

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus (PK) Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari (kanan) saat memantu pembangunan ruang keterampilan dari DAK pemerintah pusat di salah satu SLB swasta.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB kerap menemukan ada Sekolah Luar Biasa (SLB) swasta mencantumkan jumlah siswa di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tidak sesuai dengan jumlah siswa yang sebenarnya. SLB swasta perlu melakukan penertiban data jumlah siswa.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus (PK) Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 24 Agustus 2021 menyampaikan, yang perlu menjadi perbaikan di SLB swasta adalah penertiban jumlah siswa yang kadang kala tidak sesuai di Dapodik dengan jumlah siswa yang sebenarnya di sekolah. “Berbagai macam alasan akan dikemukakan oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Iklan

Terkadang, sekolah tersebut tidak memiliki siswa dan tidak ada kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, pihaknya dari Dinas Dikbud NTB terutama bidang Pembinaan Pendidikan Khusus sering turun ke sekolah untuk mengawal hal itu. Menurut Eva, jika saat melakukan monitor langsung ke SLB dan ditemukan adanya manipulasi data, maka pihaknya melakukan pemblokiran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Jika pada saat memonitor terdapat hal seperti itu terpaksa dilakukan pemblokiran dana BOS-nya,” jelas Eva.

Jumlah SLB di NTB sebanyak 51 SLB, dengan jumlah SLB negeri hanya sebanyak 18 SLB. Sementara untuk pengembangan SLB Swasta, Dinas Dikbud NTB terutama bidang Pendidikan Khusus mengupayakan tidak adanya diskriminasi dalam pelayanan. Pelayanan itu antara lain dari segi perbaikan sarana prasarana melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Selain itu, pelayanan BOS yang selalu tepat waktu dan hampir tidak ada kendala.

Pengembangan pembelajaran juga dilakukan pihaknya, terutama peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan dan menfasilitasi setiap guru SLB swasta untuk penulisan karya ilmiah dalam peningkatan potensi diri. “Juga SLB swasta bergabung dengan SLB negeri dalam kegiatan-kegiatan lain yang bersifat menunjang pembelajaran di sekolah,” jelas Eva. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional