Canggih! Penjaja Narkoba Pasang Sensor Cahaya

Tiga pelaku peredaran narkoba di wilayah Sedau, Narmada, Lombok Barat, Selasa, 11 Februari 2020 digiring untuk menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba Polresta Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penjual narkoba di Sedau, Narmada, Lombok Barat mawas diri. Mereka tahu sedang dalam pantauan aparat. Untuk menjaga diri, mereka memasang kamera sensor cahaya.

Tetapi, pertahanan itu jebol juga. Polresta Mataram membongkar aktivitas mereka, yakni Goni (18), Joni (24), dan Sahrul (23) pada Senin, 10 Februari 2020.

Iklan

“Untuk mengawasi apakah yang datang itu polisi atau pembeli,” kata Kabagbinops Satresnarkoba Polresta Mataram Iptu I Nyoman Diana Mahardika, Selasa, 11 Februari 2020.

Mereka digerebek di sebuah rumah di Eyat Bintang, Sedau, Narmada, Lombok Barat. Awalnya penggerebekan itu untuk memburu BG. Namun, BG tidak ada di rumah. Yang ditemukan tiga orang tersebut.

“BG ini DPO,” ujarnya.

Tiga orang itu baru saja selesai pesta sabu. Barang-barang seperti alat hisap, pipet plastik, botol kaca dan bungkus rokok ditemukan. Di dalam kaleng susu bekas, didapati bukti sabu satu poket seberat 2,23 gram. Lemari kamar pun digeledah.

Di dalam kotak ditemukan lima poket sabu lagi sehingga total sabu yang kita sita 4,54 gram. Barang bukti lain yang disita berupa celengan plastik yang isinya uang tunai Rp557 ribu, dan uang tunai Rp200 ribu dari kantong celana tersangka Goni.

Mereka yang digerebek bukan pemain utama perdagangan sabu di daerah tersebut. “Mereka orang suruhannya DPO ini. Mereka diminta untuk membantu menjualkan,” kata Mahardika.

Dia menambahkan, para pelaku itu semuanya positif mengonsumsi sabu berdasarkan hasil tes urine. Sumber suplai sabu para tersangka itu masih belum bisa diidentifikasi. “Nanti kalau DPO-nya ini tertangkap baru bisa kita kembangkan lagi,” tandasnya. (why)