Canangkan Sekolah Hijau Nol Dedoro, SMPN 2 Kuripan Galakkan Penanaman Pohon

Kepala SMPN 2 Kuripan Karnaen menggalakan penanaman pohon untuk mendukung program Ijo Nol Dedoro di Lobar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Penanaman pohon di SMPN 2 Kuripan terus digalakkan, baik sebagai peneduh maupun fungsi penghijauan. Kegiatan ini dilakukan berbasis kemitraan. Adapun tanaman peneduh yang ditanam di antaranya pohon nangka. Sedangkan pohon peneduh tetapi  berbuah manis yakni pepaya.  Selain itu juga sekolah memanfaatkan lahan dengan tanaman apotek hidup misalnya kunyit, laos, daun sirih, dan lidah buaya. Tanaman apotek hidup ini akan dikelola oleh siswa.

‘’Hasil dari tanaman tersebut,  mitra sekolah sudah siap untuk membeli sebagai bentuk membangun kemitraan. Semua tanaman ini tersebar di beberapa titik di kawasan sekolah.  Semoga tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan menjadi kenangan yang bermanfaat,” Kata H. Karnaen Kepala SMPN 2 Kuripan, Selasa, 7 September 2021.

Iklan

Ia mengatakan sudah saatnya sekolah mengoleksi berbagai tanaman lokal dalam rangka menjaga dan melestarikan sumber daya lokal yang ada serta mendukung Sekolah Hijau Nol Dedoro yang sedang digalakkan Pemkab Lobar.

Dikatakannya luas areal  lahan penanaman pohon pepaya  dan pohon nangka seluas 15 are. Sedangkan luas areal apotek hidup sekitar 5 are. Penanaman pohon pepaya jenis California sebanyak 100 pohon dan pohon nangka sebanyak 25 pohon.  Penanaman pohon ini, sekolah  bekerjasama membangun kemitraan dengan tenaga profesional.

“Sekolah sedang mempersiapkan  program sekolah adiwiyata mitra dengan  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat. Semoga ikhtiar ini mempercepat sekolah kami menjadi Sekolah Adiwiyata dan yang lebih penting dari itu sekolah kami juga turut andil dalam memanfaatkan dan melestarikan fungsi lingkungan, ” katanya.

Ditambahkannya, dalam upaya mendukung konsep Nol Dedoro itu, sekolah ini termasuk yang ditunjuk menjadi digitalisasi bank sampah melalui Gerakan Beriuq To Digital. Gerakan ini melibatkan siswa, dimana pilot project program menabung dengan sampah ini sangat bermanfaat bagi siswa. Siswa yang mengumpulkan sampah di lingkungan sekolah dibayar melalui rekening siswa itu sendiri.”Program kejar (rekening pelajar).Tabungan siswa berbasis sampah. Terima kasih kepada Pemda Lobar dan Bank BNI yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolah kami,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid memberikan apresiasi kepada sekolah yang menggalakkan penghijauan. Gerakkan penghijauan ini melibatkan sekolah. Tujuannya untuk membangun  kesadaran dan tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup yang ramah, sehat, dan harmonis sekaligus bernilai ekonomi.  “Kita hijaukan Lombok Barat ini melalui sekokah hijau dan program pohon pengantin,” katanya.

Fauzan mengatakan pemerintah daerah mendukung upaya Pemprov NTB dengan program yakni ijo Nol Dedoro. Ada dua makna yang subtansif. yakni ijo berarti hijau, nol dedoro berarti ketidaan sampah.  Hal ini merupakan gerakan bersama pemda dan masyarakat serta lingkungan sekolah.(her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional