Calon Penumpang Pesawat Udara Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Calon penumpang pesawat udara sekarang diharuskan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan udara. Selain untuk memudahkan pelayan juga untuk mengantisipasi penggunaan dokumen kesehatan palsu. Tampak calon penumpang sedang men-scan aplikasi dilayanan penumpang di BIZAM, Selasa, 24 Agustus 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) mewajibkan seluruh calon penumpang pesawat udara di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi, sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan udara. Penggunaan aplikasi khusus tersebut dimaksudkan untuk memudahhkan pelayanan. Sekaligus mengantisipasi penggunaan surat keterangan vaksinasi palsu.

“Ketentuan ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.01/MENKES/847/2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi,” sebut General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Dikatakannya penggunaan aplikasi tersebut wajib tanpa terkecuali bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara. Karena nantinya hasil tes RT-PCR ataupun swab antigen serta sertifikat vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan udara akan secara otomatis tercantum dalam aplikasi ini tersebut, sehingga akan meminimalisir penggunaan hasil tes dan sertifikat vaksinasi palsu.

Selain itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi tersebut akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan moda transportasi udara. Pasalnya, seluruh proses dilakukan secara digital.

Dengan begitu para calon penumpang pesawat udara tidak perlu lagi menunjukkan dokumen fisik atau hard copy yang dapat menimbulkan antrean dan kerumunan. “Ini yang kita antisipasi dengan penggunaan aplikasi khusus tersebut. Tidak lagi ada kerumunan. Sehingga bisa menekan potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan bandara,” imbuhnya.

Aplikasi resmi milik pemerintah tersebut juga akan memudahkan proses tracing and tracking jika terdapat kasus positif Covid-19 pada pelaku perjalanan udara. Sehingga penanganan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran. “Kami selaku pihak pengelola bandara mengingatkan kepada masyarakat agar mengunduh aplikasi PeduliLindungi di ponsel masing-masing sebelum melakukan perjalanan udara,” imbau Jati.

Untuk persyaratan lainnya, tetap sama. Calon penumpang tetap harus melakukan tes RT-PCR atau rapid tes antigen pada layanan kesehatan atau laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan. “Penerapan prosedur protokol kesehatan di lapangan senantiasa berjalan secara ketat untuk mencegah dan menekan laju penularan Covid-19 melalui transportasi udara,” tambahnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional