Calon dari Koalisi PKB-PKS Masih Misterius

Lalu Hadrian Irfani. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Koalisi yang dibangun PKB dan PKS di Pilkada serentak Kabupaten Lombok Tengah, langsung bergerak cepat menemukan figur pasangan bakal calon yang akan mereka usung. Tim perumus yang dibentuk kedua partai diminta kerja maraton untuk segera menghasilkan usulan nama-nama calon.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani yang dikonfirmasi Selasa, 4 Agustus 2020. Dia menyampaikan, kedua partai menyerahkan sepenuhnya kepada tim perumus yang sudah dibentuk untuk melakukan seleksi kandidat bakal calon yang akan digodok lebih lanjut di tingkat koalisi.

Iklan

“Koalisi PKS dan PKB itu sudah clear, mengenai siapa calon yang akan diusung itu nanti jadi ranah koalisi yang membicarakan. Soal siapa orangnya, itu sedang dinilai oleh tim perumus yang sudah dibentuk, tim ini bergerak maraton, mudah-mudahan minggu ini sudah ada hasilnya,” ungkap Hadrian.

Pada kesempatan itu, Hadrian menepis isu yang beredar bahwa koalisi kedua partai itu sudah memiliki bakal calon yang disiapkan untuk diusung bertarung di Pilkada Lombok Tengah. Menurutnya, pada saat menjalin kesepakatan koalisi, kedua partai belum sampai membicarakan figur calon.

“Kalau soal klaim-klaim itu kan sah-sah saja, yang jelas tim yang sedang dibentuk koalisi ini, sedang bekerja. Adapun calon yang akan diseleksi itu juga mereka yang sudah mendaftar di PKB dan juga yang mendaftar di PKS,” katanya.

Salah satu figur kandidat bakal calon yang disebut-sebut cukup kuat akan mengendarai mesin politik PKS dan PKB tersebut adalah Lale Prayatni. Pasalnya sebelum kedua partai sampai pada kesepakatan membangun koalisi, nama Lale Prayatni sudah lebih dulu mencuat dan menguat di kedua partai.

Dikonfirmasi terkait nama Lale Prayatni tersebut, Hadrian mengaku bahwa PKB tak menutup diri dengan lalu Prayatni sekalipun tidak pernah mengikuti proses seleksi di PKB. Hadrian mengatakan, koalisi PKS dan PKB tidak tertutup kemungkinan mengusung Lale Prayatni, jika dia dapat memenuhi persyaratan dari kedua partai.

“Bu Lale Prayatni tidak pernah mendaftar, tapi kalau dia punya hasil survei yang bagus dan punya kans untuk menang besar kenapa tidak, begitu juga dengan calon yang lain. Jadi itu semua nanti akan dipertimbangkan dengan koalisi,” jelasnya.

Dipastikan Hadrian bahwa koalisi kedua partai telah menyepakati akan mengusung figur kandidat yang memiliki hasil survei cukup tinggi dan bisa meyakinkan kedua partai untuk dapat meraih kemenangan. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here