Calo CPNS Kemenkumham RI Ditangkap, Korban Setor Rp39 Juta Dapat SK Palsu

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kiri) menginterogasi tersangka penipuan seleksi CPNS Kemenkumham RI formasi 2019, Kamis, 2 September 2021.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menangkap calo seleksi CPNS Kemenkumham formasi 2019. Calo berinisial DN alias AD meraup Rp39 juta dari korbannya yang merupakan kawan dekatnya sendiri. Korban memang mendapatkan SK pengangkatan tapi palsu.

“Dia ini orang luar (institusi) tapi mengaku punya kenalan orang dalam untuk meyakinkan korbannya,” beber Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa Kamis, 2 September 2021.
Setelah ditelusuri nama orang dalam yang dimaksud DN ternyata tidak ada. Kadek Adi mengatakan, DN berdalih membantu temannya yang sudah lama dia kenal.

Iklan

Temannya tersebut meminta bantuan karena anaknya, inisial SB mengikuti seleksi CPNS Kemenkumham RI untuk formasi penjaga tahanan. Kemudian mengikuti rangkaian tahapan tes pada Januari sampai Maret 2020.
“Korban datang mengaku nilai passing grade-nya kurang sedikit,” sebut Kadek Adi. Tersangka DN karena sudah berkawan lama lalu mengiyakan. “Untuk komitmen awal, pelaku meminta uang Rp10 juta,” imbuhnya.

Penyerahan uang pertama di Lapangan Jaka Mandala, Jalan Pemuda, Gomong, Mataram. Tersangka meminta waktu untuk menindaklanjuti permintaan korban tersebut. Selang beberapa waktu, tersangka meminta tambahan uang lagi untuk memperlancar proses. Sebab, sejak pandemi Covid-19 mulai melanda, tindaklanjut mengotak-atik hasil seleksi tidak kunjung muncul hasilnya. “Tambahannya itu Rp19 juta,” ucap Kadek Adi.

Akhirnya, awal 2021 lalu tersangka mendatangi korban lagi dengan membawa kabar bahwa SB bisa diloloskan. Buktinya DN membawa lembar surat salinan SK pengangkatan. “Terakhir, untuk menebus SK itu, korban diminta lagi uang Rp10 juta,” sebut Kadek Adi.
Korban kemudian mendatangi Kemenkumham RI di Mataram, NTB untuk menanyakan kelanjutan pelantikan anaknya. Sambil membawa SK tersebut. Setelah dicek, barcode pada lembar SK tidak terbaca. Nomor SK pun tidak terdaftar.

“Surat SK itu palsu yang dibuat sendiri oleh pelaku di warnet dengan format surat yang didownload dari internet. Tanda tangannya juga dipalsukan,” terang Kadek Adi. Tersangka DN ditangkap pada Senin lalu dan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumaannya paling lama empat tahun.

Tersangka DN mengaku uang untuk meluluskan CPNS itu dipakainya sendiri. “Sudah saya pakai untuk berobat orang tua dan operasi istri. Istri sakit tiroid,” kata DN saat menjawab interogasi Kadek Adi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional