Caleg Gerindra Ancam Pidanakan Dugaan Pencurian Suara

Caleg Provinsi Nauvar F Farinduan menunjukkan bukti dugaan pencurian suaranya di wilayah Sekotong (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Calon Legislatif (Caleg) Gerindra mengancam akan melakukan langkah pidana atas temuan dugaan pencurian suara di wilayah Sekotong.  Perolehan suara caleg Gerindra diduga mendadak hilang di sejumlah TPS di Sekotong saat rekapitulasi suara dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Bukti-bukti dugaan kecurangan ini pun sudah dipegang, berikut dokumentasi di tingkat PPS yang dianggap cukup masif dan signifikan di kecamatan tersebut.  Menyikapi temuan ini pun, pihak Bawaslu bakal menelusuri di lapangan.

Iklan

Dugaan kecurangan pemilu legislatif (pileg) di wilayah Sekotong ini disampaikan Caleg DPRD NTN dari Partai Gerindra Dapil Lobar-KLU Nauvar Furqoni Farinduan. Ia mempertanyakan perolehan suaranya mendadak hilang di sejumlah TPS di Sekotong saat rekapitulasi suara dilaksanakan di tingkat kecamatan.

Atas temuan ini, pihaknya pun sudah memiliki saksi dan bukti, berikut dokumentasi di tingkat PPS adanya kecurangan-kecurangan yang cukup masif dan signifikan di kecamatan ini. “Kami tak segan menempuh jalur hukum. Jika dugaan permukafatan jahat itu benar terjadi antara panwas dan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) Sekotong. Termasuk jika hasil pleno rekapitulasi di kecamatan tidak sama dengan dengan yang ada di PPS (panitia pemungutan suara),”tegas Caleg nomor urut empat ini.

Mantan Cabup Lobar ini menegaskan, pihaknya akan mengawal suara yang merupakan amanah rakyat.  Dan akan mengungkap siapa saja dalang yang berada di balik pemufakatan jahat ini. Ia mengaku suaranya hilang sekitar 300 suara di beberapa TPS di sejumlah desa di Sekotong.

Ini diketahui pihaknya setelah proses rekapitulasi di tingkat kecamatan. Protes juga sempat disuarakan saksi dan timnya saat pleno. Namun tidak diindahkan pihak PPK dan panwas. “Justru saksi kami sempat diusir dan diintimidasi (pihak PPK),“ tuding Farin.

Melihat fakta-fakta di lapangan, Farin mengimbau PPK dan panwas berhati-berhati dalam menetapkan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Dia juga mendesak agar tong penghitungan suara dibuka ulang jika ada selisih atau perbedaan suara di tingkat PPS dan kecamatan.

Terpisah, Ketua PPK Sekotong Halil Munawar membantah adanya protes yang dilayangkan caleg terhadap pleno rekapitulasi suara di kecamatan. Bahkan sebagian parpol menurutnya hadir saat pleno digelar.“Sementara ini tidak ada (protes) yang ke saya,“ kata Halil.

Dia menyebut saat ini pihaknya baru menyelesaikan tahapan pembacaan perolehan suara di TPS. Halil justru kaget ketika adanya tudingan ratusan suara caleg hilang saat penghitungan di kecamatan. “Gak pernah yang ada komplain seperti itu (suara hilang) ke kami.  Bagaimana kami bisa komentarinya“ tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Lobar Abrar tak menampik jika ada informasi sejumlah Caleg yang mengeluh akibat kehilangan suara di wilayah Sekotong. “Memang ejumlah Caleg juga mengeluh akibat suaranya hilang. Kami pun menelusuri keluhan para Caleg tersebut,”tegas Abrar.

Diakui, pihaknya mendapatkan informasi banyak caleg yang kehilangan suara. Informasi ini kata dia akan ditelusuri dan dicek. Sejauh ini,  kata dia belum ada laporan resmi terkait dugaan kehilangan suara ini ke Bawaslu.  “Kalau yang resmi belum ada, kalau melalui Medoss banyak,”jelas dia.

Lebih lanjut kata dia,  kalau ada pembuktian oleh para caleg dan parpol saat pleno nanti maka pihaknya bisa menindaklanjutinya. Untuk itu, pihaknya sangat berharap saat pleno nanti para Caleg dan Parpol ikut bersuara dan keberatan jika merasa dirugikan. (her)