Cadangan Pangan Kabupaten Bima Menurun

Syaifuddin (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, hanya mengalokasikan 10 ton beras untuk cadangan pangan selama tahun 2021. Persediaan tersebut jauh menurun dari sebelumnya, yang mana tersedia sampai 20 ton. Terpangkasnya anggaran untuk penanggulangan Corona virus Disease (Covid-19) dianggap pemicu utama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima, Ir. Syaifuddin kepada Suara NTB di kantornya, Jumat, 4 Juni 2021 menyampaikan, Cadangan Beras Pemerintah Daerah atau CBPD untuk ketahanan pangan tahun ini berkurang dari biasanya. Pada tahun 2020 misalnya, anggaran dialokasikan untuk pengadaan 20 ton beras. “Sekarang alokasinya cuma 10 ton, turun karena lagi Covid-19,” ungkapnya.

Iklan

Dari anggaran pengadaan 10 ton beras tersebut, sudah ada sekitar 500 Kg dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu. Itupun menggunakan dana pribadi pegawai DKP terlebih dahulu, sebab proses pencairan belum bisa dilakukan.

Langkah ini terpaksa diambil pihaknya untuk memastikan kebutuhan pangan para korban bencana alam terpenuhi. Terpenting, tegas dia, pemerintah berani menjamin adanya anggaran CBPD.

10 ton beras untuk cadangan pangan selama setahun dinilai tidak sebarapa. Bahkan menurutnya, itu hanya cukup untuk melayani warga yang terkena musibah di satu kecamatan. “Kalau melihat kondisi wilayah kita saat ini ndak cukup dengan 10 ton beras itu. Cuma syukurnya ketika ada kejadian, ada saja bantuan dari provinsi,” jelasnya.

Dalam rangka memastikan CBPD tetap tersedia untuk keadaan darurat di gudang penyimpanan, DKP sudah membangun kerjasama dengan pihak ketiga melalui sistim penunjukkan langsung. Dari pengusaha tersebut mereka mengambil beras per kilogram Rp10 ribu dengan kualitas yang baik. “Bukan bulog yang nyetok, tapi pihak ketiga. Itu pihak yang kita tunjuk langsung,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional