’’Bypass’’ Bandara di Lobar Masih Tergenang

Jalur bypass bandara di wilayah Lobar ini menjadi langganan genangan air setiap tahunnya. Perlu ada solusi tepat agar aktivitas pengguna jalan tidak terhambat.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Jalur bypass Bandara Mataram-Lombok Barat (Lobar) tepatnya di terowongan wiliyah perbatasan Desa Bajur dan Terong Tawah menjadi langganan banjir setiap tahun.  Jalan ini tergenang, tidak hanya saat musim hujan saja. Namun ketika debit air dari kali yang berada di bypass tersebut meningkat, maka air akan meluber ke jalan tersebut.

Genangan yang terjadi sejak tahun 2015 lalu ini diduga akibat buruknya saluran drainase yang dibuat oleh pelaksana proyek pembangunan jalan pada saat itu. Sehingga ketika debit air sungai tinggi, tidak mampu ditampung oleh saluran.

Pantauan koran ini Jumat, 18 Desember 2020, air mengenangi jalur bandara persisnya pada terowongan yang masuk daerah Labuapi. Bahkan air meluber hingga ke jalan menuju perkampungan warga. Genangan ini sudah terjadi  sejak sebulan terakhir ketika masuk musim penghujan ini. Kedalaman air yang merendam jalan  bisa sampai seukuran betis orang dewasa.

Tidak hanya merendam jalan, air juga merendam sawah petani yang berdekatan dengan kali di pinggir bypass.

Kepala Desa Bajur Husni mengatakan, sejak awal pembangunan jalan ini, dari Balai Jalan Nasional (BJN) wilayah NTB sudah diingatkan untuk membuat saluran drainase yang sama dengan kondisi drainase yang lama, namun hal ini tidak dilakukan, malah saluran drainase dibuat tidak lurus dan ada tikungan, sehingga air yang mengalir kurang lancar.

Pihaknya sudah beberapa kali menghadapi ke pihak Balai Jalan, meminta agar dilakukan perbaikan di titik yang tergenang. Pihak dari pelaksana memang sudah beberapa kali melakukan perbaikan, namun belum juga ada solusi permanen hingga sekarang ini. “Sampai saat ini belum ada follow up lagi, atas pertemuan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Hal yang sama juga sudah dilakukan oleh anggota DPRD Lobar yang berasal dari desa Setempat, Romi Rahman. Diakuinya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak berwenang agar melakukan perbaikan saluran, namun untuk sementara waktu hanya bisa dilakukan penanganan sementara saja. “Sudah saya sampaikan, namun belum bisa dilakukan penanganan permanen,” ujarnya.

Pihaknya sudah mendatangi pihak BJN untuk meminta kepastian kapan bisa dilakukan perbaikan, di kawasan tersebut agar bisa bebas dari banjir lagi. Sebab kalau terus dibiarkan, kasihan warga masyarakat, terutama para petani yang ada di kawasan tersebut, Romi menuturkan pihaknya juga sudah didatangi oleh para pekaseh (juru pengairan) di kawasan tersebut agar bisa dilakukan perbaikan, supaya banjir tidak terjadi lagi. “Insya Allah besok (hari ini-red) saya akan ke BJN lagi,” tuturnya

Dari informasi yang dihimpun, dugaan penyebab banjir, karena  saluran yang ada di tengah jalan mampet, karena adanya sampah. Pihak dari BJN sudah melakukan survei beberapa kali, temukan ada gorong-gorong yang tersumbat akibat sampah didalam. Untuk bisa mengeluarkan sampah, harus disemprot dengan tenaga tinggi, sehingga bisa keluar dari dalam gorong-gorong.

Sementara itu Kadis PUPR Lobar Made Arthadana mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BJN untuk penanganan genangan air di jalur bypass bandara tersebut. “Kami sudah koordinasi dan mengkomunikasikan dengan Balai Jalan untuk penanganan genangan di jalur bypass bandara,” tegas dia. (her)