Butuh Rp 200 Triliun Untuk Wujudkan Global Hub Bandar Kayangan

Mataram (suarantb.com) – Keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) membuka jalan baru bagi terwujudnya rencana pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara. Setelah urusan regulasi kelar, Pemprov NTB sekarang dihadapkan pada anggaran.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwan Syah menyatakan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kota metropolitan disertai kilang minyak dan pelabuhan internasional mencapai Rp 200 triliun.

Iklan

Meski dana yang dibutuhkan tak sedikit, Ridwan mengaku Pemprov NTB terlebih gubernur sangat optimis dengan pembangunan Bandar Kayangan. Dan menjanjikan proyek Bandar Kayangan tidak akan menggunakan uang negara, baik APBN maupun APBD, karena jumlahnya sangat banyak.

Diakui Ridwan, dana dari pihak swasta dalam bentuk investasi menjadi sumber dana satu-satunya. Pemprov NTB pun telah mengunjungi berbagai negara untuk menarik investor.

“Kita sudah presentasi di China dua kali, Italia, Belanda, Amerika Serikat, Rusia dan beberapa negara Eropa. Baik dilakukan oleh Pak Gubernur sendiri maupun oleh tim. Pokoknya Bandar Kayangan sudah terinformasi kemana-mana,” sebutnya.

Sebagai bentuk keseriusan investasi swasta, Ridwan menyatakan telah ada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah investor. “Sudah ada MoU  untuk pelabuhan dari Eropa dan kilang minyak dengan Rusia dan China. Ini kita akan kita kejar terus,”

Kedatangan Duta Besar AS untuk RI, Joseph R Donovan ke Lombok dinilai Ridwan membawa angin positif. Ia mengharapkan Donovan akan menjadi rujukan bagi negaranya dan investor dari AS untuk bisa berinvestasi di Lombok, khususnya Bandar Kayangan. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here