Butuh Penguatan, Jumlah Koperasi di Mataram Terus Menyusut

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Mataram, Herman, A.Md., memberi gambaran kondisi koperasi di Mataram cukup memprihatinkan. Tidak saja secara kualitas, tapi jumlahnyapun sudah menyusut jauh. Data terakhir, jumlah koperasi di Kota Mataram sekitar 159 koperasi, dari sebelumnya berjumlah 350 lebih koperasi.

‘’Sekarang tersisa hanya setengahnya. Karena sudah ada yang dicabut badan hukumnya,’’ ujar Herman menjawab Suara NTB di DPRD Kota Mataram kemarin. Dikatakan Herman, salah satu penyebab dicabutnya badan hukum koperasi di Mataram, karena koperasi bersangkutan terkategori koperasi sakit. Karena berdasarkan aturan, lanjut Ketua Dekopinda Kota Mataram ini, koperasi yang sehat adalah koperasi yang melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) selama tiga tahun berturut-turut.

Iklan

‘’Kalau dia sudah tidak RAT tiga tahun berturut-turut, itu bisa diusulkan oleh dinas terkait agar dicabut badan hukumnya,’’ kata Herman. Di Mataram, lanjut dia, jumlah koperasi terkesan sangat banyak. Namun, di dalamnya, tidak sedikit koperasi yang sekadar papan nama. ‘’Jadi, jumlah koperasi ini tidak perlu banyak, yang penting berkualitas,’’ tegasnya.

Hal ini sejalan dengan Perda Kota Mataram tentang pemberdayaan koperasi. ‘’Dulu ada Pansusnya. Saya ada di dalamnya. Perda ini sudah kita sahkan tahun 2019. Dan kita sepakat perda itu menguatkan koperasi secara kelembagaan,’’ demikian Herman. Dalam penguatan koperasi itu, turunannya antara lain diklat, edukasi dan kehadiran pemerintah.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini mendorong supaya kehadiran pemerintah betul-betul dapat dirasakan oleh koperasi di Kota Mataram. Dalam salah satu pasal di Perda Kota Mataram tentang pemberdayaan koperasi, bahwa diklat tidak hanya diberikan kepada pengurus, tapi juga anggota koperasi.

‘’Edukasi atau diklat ini perlu diadakan oleh dinas. Sehingga anggota koperasi itu benar-benar paham dan sadar akan pentingnya berkoperasi,’’ demikian Herman. Dia menyoroti kecenderungan pembentukan koperasi di Mataram, seringkali hanya bersemangat di awal saja. ‘’Sekarang ada yang stagnan, ada yang plangnya saja, tidak ada kegiatan. Bahkan tidak melaksanakan RAT setiap tahun,’’ ungkapnya.

Herman menekankan pentingnya dinas melakukan penguatan. Tidak hanya kepada koperasi secara kelembagaan tapi juga kepada pengurus dan anggota koperasi itu sendiri. Dia mengingatkan keberadaan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM) jangan sekedar formalitas, saat membuka dan menutup RAT. (fit)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional