Butuh Biaya Berobat, Karyawan Kuras Toko Alat Musik

Kanit Reskrim Polsek Ampenan Rusdi Hamid (kiri) menginterogasi tersangka pencurian toko alat musik senilai Rp30 juta didampingi Kasubbag Humas Polresta Mataram Erny Anggraeni, Senin, 21 Desember 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Seorang karyawan toko alat musik, KA alias Siong (28) menguras isi took tempatnya bekerja. Pria ini diduga mencuri gitar, amplifier, dan pengeras suara. Alasannya, untuk menebus biaya berobat adiknya yang sedang sakit. “Sebagian sudah digadai. Pengakuan dia, dia butuh uang untuk biaya berobat adiknya yang sakit,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Ampenan Ipda Rusdi Hamid didampingi Kasubbag Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni, Senin, 21 Desember 2020.

Toko HRD Music di Ampenan Selatan, Ampenan, Mataram ini sebelumnya pernah kecurian. Pemilik toko menugasi Siong untuk menjaga toko. Walaupun Siong ini baru bekerja delapan bulan. Siong, kata Rusdi, selama empat hari mengangkut barang-barang jualan toko yang dijaganya itu. Warga Banjar, Ampenan, Mataram ini menggotong barang saat toko sudah tutup. Serta bosnya pulang ke rumah. Sepanjang 13-16 Desember lalu, Siong mengangkut tiga unit efek gitar, dua gitar akustik, dua gitar listrik, lima set senar gitar, satu amplifier, kabel jack, dan adaptor.

Siong cukup telaten. Setiap sore selama empat hari barang-barang itu dicicil mengangkutnya. “Dia minta bantuan tukang ojek. Diambilnya secara bertahap. Total kerugian korban sampai Rp30 juta,” kata Rusdi. Sejumlah barang curian itu disimpan di rumah kawannya. Kemudian Siong meraup Rp2,7 juta dari menggadai barang curian itu di Pegadaian. Hanya sehari setelah dilaporkan, Siong langsung dapat ditangkap di rumahnya. Masih ada barang bukti yang belum laku tergadai. “Saat ini dia sudah diberhentikan dari pekerjaannya,” tutup Rusdi. Siong terancam hukuman pidana penjara selama lima tahun atas sangkaan pasal 362 KUHP. (why)