Butuh Banyak Guru dan Tenaga Kesehatan, Lotim Tunggu Kuota CPNS dari Pusat

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) hingga saat ini masih menunggu kejelasan terkait kuota atau formasi yang didapatkan dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pasalnya, pada akhir Februari lalu, Kabupaten Lotim mengusulkan sebanyak 4.992 formasi.

Menurut Kepala BKPSDM Lotim, H. Najamudin, untuk rekrutmen CPNS 2018 posisi semua kabupaten/kota se-Indonesia sedang menunggu penetapan formasi dari KemenPAN-RB setelah deadline untuk pengusulan akhir Februari 2018.

Iklan

Dari 4.992 formasi itu, yang paling banyak yakni tenaga guru dan kesehatan. Adapun untuk kepastian tergantung dari Kemenpan-RB, karena yang menjadi tolak ukur, yakni perbandingan belanja publik dengan belanja pegawai. “Berapa masing-masing yang diberikan terhadap kabupaten/kota, itulah yang masih kita tunggu,” jelasnya, Selasa, 27 Maret 2018.

Kepala Bidang Data dan Informasi pada BKPSDM Lotim, Muhammad Bahrain, menjelaskan, melihat kebutuhan dan kekurangan PNS Lotim, maka kuota untuk CPNS Lotim tidak boleh tidak ada. Adapun rasio untuk jumlah ASN di Lotim antara yang pensiun setiap tahun dengan kebutuhan sangat tidak berimbang. Artinya untuk minus kepegawaian di Lotim sangat dibutuhkan untuk terisi melihat sudah beberapa tahun terakhir ini tidak ada pengangkatan CPNS. Sementara yang pensiun tetap terjadi setiap tahun.

Disebutkan dari 4.992 yang dibutuhkan, didominasi oleh tenaga pendidik yakni guru dan tenaga kesehatan. Dicontohkannya, apabila masuk ke sekolah-sekolah terdapat satu kepala sekolah dan satu PNS. Sehingga adanya guru honorer berupa GTT baik yang memegang SK bupati maupun SK kepala sekolah. Adapun, kondisi jumlah PNS di Lotim hingga bulan Desember 2017 sebanyak 10.946 orang, dari jumlah itu yang sudah pensiun untuk Batas Usia Pensiun (BUP) sebanyak 324 orang.

Sedangkan untuk pensiun Atas Permintaan Sendiri (APS) sebanyak 7 orang dan pensiun meninggal sebanyak 25 orang. Sehingga total keseluruhannya sebanyak 446 orang. “Setiap tahun pengajuan kita lakukan untuk CPNS ini. Karena setiap tahun jumlah PNS terus berkurang, namun hingga saat ini belum ada penggantinya,” ujarnya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here