Butuh Bantuan, Alfan Sudah Lima Tahun Mengidap Tumor

Muhamad Alfan Saputra (kanan) sudah lima tahun mengidap tumor di bagian kiri lehernya.

Selong (Suara NTB)-Muhamad Alfan Saputra sudah lima tahun mengidap tumor di bagian kiri lehernya. Dari hasil diagnosa dokter penyakit itu disebut lymphoma malisna non hadskin. Tumor ini pun makin hari terlihat makin membesar. Putra keenam dari pasangan Mastrah dan Sabarudin warga desa Rarang Kecamatan Terara ini pun terlihat memprihatinkan.

Menurut penuturan Mastrah, anak keenamnya itu lahir pada tanggal 24 juni 2016. Lahir dalam kondisi normal dan tidak ada gejala-gejala penyakit. Penyakit tumor ini mulai terlihat saat Alfan berusia tiga tahun. “Saat usia tiga tahun itu sebesar telur puyuh,” tuturnya.

Iklan

Orang tua Alfan pun membawanya ke salah satu rumah sakit swasta di Lombok Tengah (Loteng). Tindakan medis sudah dilakukan hingga melalui proses operasi. Akan tetapi, tidak ada perubahan, lalu pengobatannya berlanjut ke Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Di rumah sakit terbesar di NTB tersebut pun tidak juga ada perubahan.

Saat di dua rumah sakit sebelumnya katanya tidak terdeteksi jenis penyakitnya. Belakangan saat ditangani oleh dokter di Selong, didiagnosa Alfan mengidap penyakit tumor jinak. “Katanya tumor jinak yang tidak terlihat ganasnya,” ucapnya.

Melihat pertumbuhan tumornya makin besar, tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Soedjono Selong merujuk penanganan Alfan ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali. Rencana, penanganan harus melalui proses kemoterapi dulu.

Sudah lama sebenarnya ia mendambakan ada tindakan medis lanjutan pada anaknya. Akan tetapi karena terbentur biaya membuatnya tidak berdaya. “Saya ini orang tidak berpunya,” sebutnya.

Ia sangat mengharapkan, Alfan segera sembuh dan mendapat perawatan medis yang memadai. “Dioperasi pun tidak apa-apa pak, terpenting anak saya sehat,” demikian asanya.

Ketua Baznas Lotim, Ismul Basar usai menyerahkan bantuan ke keluarga Alfan mengharapkan ada bantuan lain dari para dermawan untuk membantu biaya pengobatan. “Ini alasan kemanusiaan,” ungkapnya.

Siapapun itu, katanya, demi alasan kemanusiaan dipersilakan untuk mengulurkan tangannya membantu sesama. Alfan terlihat sudah lama mengidap sakit dan mengharapkan bantuan semua dermawan untuk membiayai pengobatannya di Sanglah Bali. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional