Buru Aplikator Nakal

Agus Prihanto Donny (Suara NTB/rus)

KOMANDO Distrik (Kodim) 1615 Lombok Timur (Lotim) siap memburu para aplikator nakal. Aplikator yang dinilai penghambat pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) para korban gempa ini akan diberikan tindakan tegas.

Demikian dinyatakan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim, Letkol. Inf. Agus Prihanto Donny di markas Kodim Lotim, Selasa, 25 Juni 2019.

Iklan

Jajaran intelijen pasukan loreng ini sudah diperintahkan untuk mengecek seluruh aktivitas aplikator. Beberapa aplikator sebutnya sudah ada yang terindikasi. Saat proses pengecekan ditemukan bukti kuat, maka siap akan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan bila perlu akan langsung diserahkan ke Polres Lotim untuk diusut dan proses hukum.

“Kalau terbukti ada penyimpangan, maka akan diselidiki. Kita ingin memberikan efek jera kepada para aplikator dan yang lainnya,” ucapnya. Aplikator-aplikator nakal ini dinilai menjadi penghambat pembangunan.

Adapun indikasi permainannya, memanipulasi spesifikasi bahan bangunan yang digunakan. Bahan bangunan tidak sesuai dengan kualitas yang tertuang dalam spesifikasi yang sebenarnya. Praktik permainannya ini pun terendus dan siap akan diberikan teguran keras.

“Dugaan kenakalan aplikator ini ada semacam permainannya dengan kelompok masyarakat (pokmas) dan dengan kades, ini kami tahu dari banyak laporan dugaan praktik bermain tersebut,” ungkap Dandim.

Spesifikasi barang yang didatangkan ini disebut tanpa sepengetahuan koordinator fasilitator setempat. Praktik permainannya disebut terjadi di wilayah Pringgabaya dan Sambelia. Permainan aplikator ini diakui tidak sendiri. “Kalau benar-benar terbukti kan nanti bisa kena pidana,” ungkapnya.

Sejauh ini, sambung Dandim belum bisa disebutkan berapa jumlah aplikator yang melakukan indikasi permainan tersebut. Termasuk lokasi-lokasi detailnya. Jelasnya, praktik permainan tersebut tidak dibenarkan dan harus dihentikan. Tidak dibenarkan ada praktik main di bawah tangan.

Terhadap seluruh warga korban gempa penerima bantuan RTG diminta melapor jika menemukan  ada indikasi permainan. Pasalnya, jika dimainkan pada spesifikasi barang yang tidak sesuai dengan standar, maka yang akan rugi adalah warga korban gempa. (rus)