Bursa Efek Ingin Tambah 4.000 Investor Saham Baru di NTB

Gusti Ngurah Putra Sandiana. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bursa Efek Indonesia di Mataram ingin memperbanyak jumlah investor saham di Provinsi NTB. Selama setahun ini, diharapkan tumbuh 4.000 investor saham baru.

Hingga saat ini, terdapat 7.000 investor saham di provinsi ini, Kepala BEI Mataram, Gusti Ngurah Putra Sandiana mengharapkan akan tembus mencapai 11.000 investor saham.

Iklan

“Walaupun situasi saat ini tantangan ekonomi tidak kecil. Kami masih sangat optimisme untuk mencari sebanyak-banyaknya investor,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 26 Februari 2020.

Berbagai upaya dan strategi dilakukan untuk meyakinkan dan mengajak masyarakat untuk berinvestasi saham sebagai investasi resmi yang diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masyarakat menurutnya jangan ragu untuk investasi ini.

Salah satu jenis investasi yang menjanjikan dan banyak diminati terutama oleh masyarakat di kota-kota besar adalah saham. Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda bukti kepemilikan perorangan atau badan usaha sebagai penyertaan modal pada sebuah perusahaan. Dengan memiliki selembar saham saja, artinya pemiliknya mempunyai satu bagian kepemilikan dari sebuah perusahaan.

Untuk memfasilitasi masyarakat berinvestasi saham ini, kata Ngurah saat ini ada 4 perusahaan sekuritas yang dinaungi oleh BEI Mataram. Tiga diantaranya adalah sekuritas untuk investasi syariah di pasar modal. Yaitu, Phintraco Sekuritas, Philip Sekuritas, dan MNC Sekuritas. Satunya lainnya adalah Kresna sekuritas juga telah mengantongi rekomendasi dari MUI untuk memfasilitasi investor secara syariah.

“Sudah ada empat perusahaan sekuritas di Mataram yang bisa memfasilitasi masyarakat berinvestasi di pasar modal. Semuanya menyediakan produk investasi syariah,” demikian penjelasan Ngurah.

Untuk meningkatkan jumlah investor NTB di pasar modal, BEI bekerjasama dengan OJK akan intens melakukan sosialisasi. Sekaligus mengupayakan pembentukan perusahaan efek daerah, melibatkan perusahaan milik daerah yang ada di NTB.

“Misalnya, kerjasama dengan Bank NTB Syariah untuk memfasilitasi masyarakat jual beli produk di pasar modal. Sedang mengarah ke sana,” jelas Ngurah.

Selain itu, BEI Mataram juga akan melakukan pendalaman pemahaman kepada masyarakat tentang investasi di pasar modal. Dengan hadirnya salah satu produk investasi yang disebutnya ETF (Exchange Traded Fund).

ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek.

ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli. (bul)