Buronan Penipuan CPNS Tersandung Kasus Curi HP di Masjid Raya Attaqwa

Spesialis pencurian HP di masjid raya attaqwa Mataram digiring polisi. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dalam pelariannya, JF alias JO (40) tak kapok mencuri. Pria buronan Polres Sumbawa itu ditangkap Polres Mataram. Dia diduga mencuri ponsel jemaah salat Masjid Raya Attaqwa Mataram, sementara sedang diburu karena kasus penipuan pengadaan traktor dan calo CPNS.

Tersangka JO asal Desa Dalam, Alas, Sumbawa dipergoki mencuri ponsel Redmi 4A milik sesama jemaah usai salat zuhur di Masjid Raya Attaqwa Mataram, Rabu, 7 November 2018. Sebab kepergok, ponsel dikembalikan. Pelaku dan korban berdamai.

Iklan

Tepat sepekan kemudian Rabu, 14 November 2018, tersangka JO beraksi lagi di waktu yang sama, usai salat zuhur. Kali ini dia lolos. Tapi malam harinya, bukannya korban yang mendatanginya tapi polisi.

“Dia ini berkali-kali mencuri HP di masjid. Spesialis,” kata Kepala Bagian Operasi Satreskrim Polres Mataram, Iptu Kaharudin, Senin, 19 November 2018.

Malam usai salat isya itu, di tepi Jalan Langko, Dasan Agung, Mataram, tas tersangka JO digeledah. Ditemukan 4 ponsel, 11 kartu memori Micro SD, flashdisk, charger, dan ponsel Samsung S8. JO digelandang ke kantor polisi.

Meski mengaku ponsel-ponsel itu dibeli, tapi tersangka JO tidak dapat lagi mengelak ketika diinterogasi. Ponsel dicurinya saat sedang diisi daya. Sementara si pemilik tengah menunaikan salat.

“Saksi pengurus masjid menerangkan, tersangka ini sering berada di dalam masjid sebelum terjadi pencurian. Setiap ada kejadian pencurian, tersangka ini selalu ada,” papar Kahar.

Akhirnya pencurian diakui juga. Nomor ponsel ditelusuri dan ditemukan Xiaomi Redmi 4A hilang pada Rabu, 7 November 2018 sekitar pukul 14.00 wita. Kemudian ponsel Advan terungkap hilang pada Oktober 2018.

Selanjutnya, Samsung S8 yang ditemukan di dalam tas diakui tersangka dicuri di warnet di Jalan Pemuda, Gomong, Mataram. Kemudian dijual seharga Rp4 juta.

“Sebelumnya dia mengelak dan terus berkelit HP-HP itu dibeli,. Dari bukti dan saksi kita duga pelaku ini sudah mencuri sebanyak tiga kali,” ucap Kahar.

Rupanya, tersangka JO ini juga merupakan buronan Polres Sumbawa. “Terkait kasus penipuan dana pengadaan traktor dan penipuan menjanjikan kelulusan CPNS di Sumbawa dengan kerugian ratusan juta. Kami masih koordinasikan dengan Polres Sumbawa,” pungkasnya. (why)