Buron Maling Sapi Menyerah

Buronan maling sapi warga Terara, Lombok Tengah diamankan usai ditangkap di tempat persembunyiannya di Jereweh, Sumbawa Barat.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pencurian sapi di Desa Rarang, Lombok Timur terungkap. Tiga pelakunya kini sudah lengkap ditangkap. Paling terakhir, GR (30) yang lari bersembunyi sampai ke Jereweh, Sumbawa Barat. Komplotan beranggotakan tiga orang ini beraksi dengan menghunus senjata tajam.

Warga Sukadana, Terara, Lombok Timur itu menyerah setelah digerebek pada Selasa, 12 Oktober 2021. “Dia yang terakhir kita tangkap. Dua temannya sudah lebih dulu ditangkap,” sebut Ketua Tim Opsnal Intelmob Satbrimob Polda NTB Iptu Heru Santoso.

Iklan

Dua orang rekannya itu yakni simbah dan Amaq Asniwati. Mereka bertiga beraksi di Dusun Tengonak, Rarang, Lombok Timur dengan mencuri tiga ekor sapi milik warga seharga Rp30 juta. Dalam beraksi mereka bahkan menantang pemilik hewan ternak itu keluar rumah.

“Korban mengaku para pelaku ini datang sambil menunjukkan parang. Korban tidak berani keluar karena ketakutan,” kata Heru. Tiga sapi itu kemudian dituntun keluar dari kandang. Yakni sapi betina usia lima tahun, saip betina usia tiga tahun, dan sapi betina anakan usia delapan bulan.

Tak berselang lama, AS dan SB dan AS ditangkap. Penangkapan dua rekannya itu membuat GR kalut sehingga melarikan diri. Informasi keberadaan GR kemudian datang. Tim Intelmob langsung turun memburu GR. GR lalu ditangkap saat sedang tertidur. “Dia sudah buron lima bulan,” urainya.

Usai penangkapan, GR lalu diserahkan kepada penyidik untuk penanganan kasusnya lebih lanjut. Sementara Simbah dan Asniwati pada 20 Oktober 2020 lalu masing-masing divonis bersalah dengan penjara selama 10 bulan. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional