Buron Maling 15 TKP Ditangkap

Kapolsek Cakranegara Zaky Maghfur menginterogasi pelaku pencurian 15 TKP berinisial EI.(Suara NTB/Humas Polresta Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Pencuri kambuhan berinisial EI alias L (19) baru tertangkap setelah 15 kali mencuri. Pria ini menyasar semua barang berharga. Mulai dari ponsel, sepeda motor, sampai burung. Modusnya selalu sama. Menerobos rumah kosong atau rumah berpenghuni pada malam hari.

Kapolsek Cakranegara Kompol Zaky Maghfur menjelaskan, EI termasuk licin karena bersembunyi dengan berpindah-pindah tempat. Tapi pola persembunyiannya dapat dipetakan sehingga EI akhirnya dapat ditangkap. “Dia spesialis pencurian dengan beraksi di 15 TKP,” ucapnya, Kamis, 1 April 2021. EI, warga Jempong Timur, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram ini ditangkap atas laporan pencurian di Nyangget, Selagalas, Sandubaya, Mataram.

Iklan

EI diduga mencuri ponsel. Pelaku ini sudah diburu sejak Februari lalu. “Modusnya dia sudah tahu rumah sasarannya sedang diperbaiki,” kata Zaky. Tembok kamar mandi dipanjat. Kebetulan kamar mandi ini belum ada atapnya. Sukses masuk rumah, EI lalu masuk ke kamar-kamar yang memang tidak dikunci. Ponsel seharga Rp3,2 juta yang tergeletak di meja langsung dikantongi. EI keluar dari rumah lewat jalur yang sama.

Penangkapan EI, kata Zaky, memang memerlukan waktu hampir satu bulan. Alasannya, EI yang sudah didapat identitasnya sejak dilaporkan sering berpindah-pindah. Selama berpindah-pindah itu pula, EI diduga beraksi lagi di tempat lain. EI baru dapat ditangkap saat sedang menginap di rumah temannya di Desa Bajur, Labuapi, Lombok Barat Senin lalu. Aksinya terungkap setelah ponsel curian itu dijual ke orang lain. “Dia sedang mengantarkan ponsel curian itu ke pembeli. Saat itu kita tangkap,” sebutnya.

EI diduga jaringan DD alias DG yang merupakan residivis pencurian. Mereka berdua, diduga berkomplot saat membobol kamar indekos di Cakranegara, Mataram. Sebulan sebelum EI beraksi di Nyangget. Duo pemuda ini menyabet lima ponsel. EI berperan mengawasi. DD eksekutornya. “Lima HP itu lalu dijual seharga Rp1,5 juta,” terang Zaky. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional