Buron Dua Bulan, Jambret Ini Akhirnya Ditembak Polisi

Mataram (Suara NTB) – Polisi semakin tegas menindak pencurian dengan kekerasan. Seperti terhadap Andriadi (21). Dua bulan buron, warga Punia, Mataram itu tersungkur akibat ditembak.

Pelaku dengan nama lain Ebeh itu melawan saat akan ditangkap, Selasa, 3 April 2018 siang di Desa Selat, Narmada, Lombok Barat.

Iklan

“Dia melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” jelas Kapolres Mataram, AKBP Muhammad Rabu, 4 April 2018 didampingi Kasatreskrim, AKP Kiki Firmansyah Effendi.

Sejak beraksi pada 2 Februari lalu, Ebeh yang sudah lima kali menjambret ini berpindah-pindah tempat. Mulai dari menumpang di kawannya di Pagesangan, Mataram, sampai rumah keluarganya di Narmada, Lombok Barat tersebut.

Dia mengetahui sedang dalam bidikan polisi. Sebab kawannya, Doni Akbar sudah tertangkap lebih dulu. “Ini pengembangan kasus jambret. Dia ini eksekutor. Kawannya yang berperan mengendarai motor sudah kita limpahkan ke jaksa untuk disidangkan,” papar Muhammad.

Ebeh beraksi di Jalan Panjitlarnegara, Sekarbela, Mataram pada 2 Februari 2018. Korban jambretnya harus dirawat rumah sakit pada saat itu karena patah tulang tangan karena jatuh dari motor.

Sebabnya, korban ditabrak pelaku yang mengambil ponsel pintar korban di laci depan sepeda motor. Pelaku kabur menuju Jalan Panji Masyarakat yang merupakan jalan buntu. Panik, pelaku menabrak korban dan kabur meninggalkan ponsel hasil curiannya.

Ebeh, kata Muhammad, bukan pemain baru. Bahkan, Ebeh beraksi pada Bulan Februari itu setelah baru tiga bulan ke luar dari penjara. Setelah menjalani dua tahun pidana penjara akibat terbukti bersalah mencuri motor. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here