Bupati Teken Status Tanggap Darurat Bencana Puting Beliung di Manggelewa

H. Bambang M. Yasin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin resmi menetapkan status tanggap darurat selama 15 hari untuk bancana alam puting beliung pada tiga desa di Kecamatan Manggelewa. Penetapan itu ditandai rencana penandatanganan berkas administarasinya hari ini, Senin, 23 November 2020. Dengan dasar tersebut, upaya penanggulangan awal menggunakan dana tak terduga bisa segera dilakukan, terutama bagi rumah warga dengan tingkat kerusakan sedang dan ringan.

 “Kita tandatangani suratnya hari ini. Sekarang sedang dipersiapkan, atas dasar itu kita bisa gunakan dana tak terduga,” ungkapnya kepada wartawan.

Dalam masa siaga bencana alam ini, jika memang tersedia alokasi dana tak terduga untuk dieksekusi langsung, pihaknya mempriotaskan mereka yang mengalami kerusakan sedang dan ringan, seperti misalnya atap atau sebagian tembok bangunan rumah roboh diterjang puting beliung.

Langkah sigap tersebut, lanjut Bupati, bagian dari upaya pemerintah memastikan imunitas para korban tetap terjaga ditengah bencana, sehingga tidak mudah terpapar Covid-19. “Jangan sampai nanti tidur di tenda berminggu-minggu, orang itu punya daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terpapar Covid-19,” ujarnya.

Untuk tahap awal ini, pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 15 hari kedepan. Kalaupun ditemukan perubahan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai perkembangan situasi lapangan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, M Jufri, ST., M. Si dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan situasi lapangan menyampaikan, berdasarkan hasil identifikasi awal yang sudah dilakukan bersama jajaran TNI-Polri, tercatat sekitar 45 kepala keluarga dengan 180 jiwa terdampak bencana tahunan tersebut. Untuk tingkat kerusakan,  25 unit rumah rusak berat, 8 rusak sedang dan 12 lainnya mengalami kerusakan ringan. “Untuk korban meninggal dunia tidak ada, kalau luka-luka itu enam orang tapi sudah tertangani semua,” jelasnya.

Sebagaimana laporan prakiraan cuaca dari BMKG, Dompu dan Bima termasuk daerah ekstrim yang berkaitan dengan lanina. Untuk itu, selama tiga bulan kedepan masyarakat diminta tetap menaruh kewaspadaan, baik terhadap bencana puting beliung, banjir bandang maupun tanah longsor. “Berdasarkan itu, tiga bulan kedepan tetap kita harus waspada. Untuk penangganan darurat sudah kami lakukan tadi malam dengan penyerahan bantuan logistik serta kebutuhan lain,” pungkasnya. (jun)