Bupati Tegaskan Tak Boleh Ada PTM, Dikbud Masih Ngotot Belum Tutup Semua Sekolah

H. Nasrun (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid kembali menegaskan tak boleh ada sekolah yang buka atau menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama PPKM yang digelar di Lobar. Menyusul masih ada 11 sekolah yang masih dibiarkan mengelar tatap muka oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar. Terlebih Lobar status masih zona merah penyebaran Covid-19.

“Kan sudah saya putuskan tidak boleh ada yang buka. Kalau ada yang buka tanyakan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud),” tegas Fauzan yang dikonfirmasi, Jumat, 30 Juli 2021.

Iklan

Ia meminta adanya kesadaran bersama di tengah kondisi pandemi ini. Sebab pihaknya tidak bisa memberikan sanksi bagi sekolah swasta yang melanggar. Mengingat pemberlakuan PPKM yang tengah diterapkan apalagi Lobar masuk status level 3. “Beda dengan sekolah negeri kalau ada yang buka bisa kita kasih sanksi,” tegasnya.

Menurutnya penyebaran Covid ini tidak memandang sekolah itu negeri atau swasta, sehingga harusnya tak ada sekolah yang mengelar tatap muka di tengah kondisi Lobar yang zona merah.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lobar, H Nasrun mengaku dari 11 sekolah itu sudah ada yang ditutup sesuai hasil evaluasi pihaknya. Memang SK izin untuk tatap muka 11 sekolah itu belum dicabut. Namun pihaknya tetap melakukan evaluasi.“Tergantung situasi di sekolah, karena 11 sekolah ini sudah teruji, kalau setelah kita evaluasi bisa mempertahankan (protokol kesehatan) dan baik tidak terjadi apa-apa mengapa tidak. Tetapi ada beberapa SMP yang 11 itu sudah kami tutup, ada-ada gejolak dikit lebih baik ditutup,” terang Nasrun.

Meski demikian tidak menutup kemungkinan 11 sekolah itu ditutup semuanya. Sebab sejauh ini pihaknya masih terus turun melakukan evaluasi. Diakuinya dari 11 itu baru SMPN 1 Lembar dan SMPN 2 Lingsar yang sudah ditutup sesuai hasil evaluasi pihaknya. Di samping beberapa SD.

Pihaknya pun sudah mengimbau kepada seluruh sekolah di Lobar untuk memilih mengelar BDR, baik BDR secara luar jaringan (luring) dengan mengambil tugas ke sekolah dan pulang dan BDR dalam jaringan (daring). Untuk sekolah yang tak terjangkau daring ini mengelar luring dengan memberikan tugas kepada siswanya dan mengambil tugas ke sekolah lalu pulang. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional