Bupati Tegaskan Mendagri Sudah Tandatangani SK untuk Kadis Dukcapil

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menegaskan surat keputusan (SK) untuk pengangkatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sudah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri. Kepastian itu diperoleh bupati setelah mendapatkan informasi langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tanpa saya tanya, beliau melaporkan (memberitahu) saya langsung (lewat pesan singkat),” jelas bupati saat dikonfirmasi, Selasa, 22 Desember 2020.

Menurutnya, kalau sudah ditandatangani tidak perlu pemda mengambil, namun langsung bisa dikukuhkan Kepala Dinas Dukcapil. Pengukuhan itu, jelasnya, akan dilakukan bersamaan dengan mutasi pengisian tiga jabatan eselon II. “Nanti  saaman dikukuhkan dengan pelantikan,”ujarnya. Pelantilan akan dilakukan kemungkinan akhir bulan ini.

Adanya surat Mendagri ini juga, tegas dia, menjawab apa yang menjadi isu yang mengemuka bahwa mutasi Kepala Dinas Dukcapil dianggap bermasalah. Ia menegaskan sebelum melakukan mutasi itu, tentu pihaknya sudah melakukan kajian, dan pertimbangan matang. Setelah melalui konsultasi ke Kemendagri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Wakil Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pejabat Tinggi Pratama Lobar Dr. Muazar Habibi mengatakan terkait pelantikan Kadis Dukcapil sudah melalui semua prosedur. Pertama mutasi melalui proses job fit, yakni bupati sudah membentuk panitia job fit. Karena aturannya untuk memutasi pejabat kepala OPD harus melalui tahapan ini. Pelaksanaan job fit itupun sudah melalui tahapan izin ke KASN. Dan izin pun sudah diperoleh dari KASN.

Kemudian dilakukanlah proses khusus untuk jabatan Kadis Dukcapil, karena untuk mutasi Kepala Dinas Dukcapil ada aturan tersendiri, yakni harus mendapatkan SK dari Kemendagri.”Semua aturan itu sudah dilakukan. Surat sudah dilayangkan ke Kemendagri, selama menunggu 15 hari. Ketentuan nya adalah Kalau selama 15 hari itu tidak ada respons, maka bupati melakukan diskresi (melantik kepala dukcapil),” tegasnya. (her)