Bupati Sumbawa Nilai DMB Lebih Baik Dibubarkan

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Daerah Maju Bersaing (DMB) yang dibentuk tiga daerah yakni Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa dan KSB dinilai lebih baik dibubarkan. Supaya dana hasil penjualan saham bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc kepada wartawan menyampaikan, dibentuknya PT.DMB oleh tiga daerah yakni Sumbawa, KSB dan Provinsi NTB berkaitan dengan PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT).  Ketika PT.NNT bubar, saham milik tiga daerah tidak ada lagi dan tidak mempunyai nilai.

Iklan

Untuk menggeser saham dari PT. NNT ke PT. AMNT juga tidak dimungkinkan. Mengingat dulunya kerjasamanya dengan PT.NNT. Sehingga disepakati untuk menjual saham tersebut.  Itupun atas kesepakatan dari ketiga daerah pemegang saham serta adanya persetujuan dari DPRD terlebih dahulu.

“Karena kesepakatan tiga pemerintah daerah itu, ya kita jual saja saham. Agar kita bisa menerima harga kontannya. Supaya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Sepakat kami menjual. Itupun melalui persetujuan DPRD dulu,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari hasil penjualan saham, KSB dan Provinsi NTB masing-masing mendapatkan 40 persen. Sedangkan Kabupaten Sumbawa mendapatkan jatah 20 persen atau sekitar Rp90 miliar. Saat ini uangnya belum masuk ke rekening pemerintah daerah dan masih berada di rekening PT. DMB. Uang tersebut otomatis masuk ke rekening pemerintah daerah ketika PT. DMB dibubarkan.

“Kami sudah jual. Sudah ada uangnya di DMB itu, belum ke kita. Ketika itu dibubarkan otomatis masuk ke rekening pemerintah,” jelasnya.

Bupati mengakui, PT. DMB belum dibubarkan. Tetapi ada rencana dilakukan pembubaran karena uang yang ada sudah lama tidak dimanfaatkan. Mengingat PT. DMB hanya menampung saham dan deviden saja. Deviden itulah yang dibagi kepada tiga daerah hasil pekerjaan Newmont dulunya.  Dimana sebelumnya saham yang ada mempunyai nilai. Kemudian setiap ada keuntungan Newmont dibagi sesuai nilai saham. Dari situlah pihaknya mendapatkan royalti. Tetapi selama tiga tahun dirinya menjabat tidak ada lagi royalti itu. Sehingga  atas pertimbangan itulah saham dijual sehingga nantinya memiliki manfaat untuk masyarakat.

Sejauh ini, pihaknya belum melihat usaha yang dilakukan PT.DMB untuk mengelola uang yang ada. Meskipun ada, usaha yang dilakukan tidak memerlukan modal besar. Sehingga alternatifnya PT.DMB dibubarkan, sehingga uang yang berada di rekening DMB bisa kembali ke pemerintah daerah. Tetapi jika tidak dibubarkan, maka uang tersebut tetap akan tersimpan di rekening DMB.

“Kalau DMB kira mampu mengelola  uang yang sekira ratusan miliar itu malah lebih bagus, karena kita akan mendapat untung. DMB itu apa usaha yang dibangun, kan belum ada.  Ada usaha tapi usaha yang tidak perlu modal besar. Sehingga alternatifnya dibubarkan supaya bisa kembali ke kita (uang di rekening DMB),” pungkasnya. (ind)