Bupati Sumbawa Dituntut Proteksi Produk Lokal

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Profesor Dr. Abdul Hakim meminta komitmen Bupati Sumbawa melakukan proteksi terhadap produk dan pengusaha lokal. Dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Dengan memanfaatkan secara maksimal sumberdaya yang terbatas.

Demikian poin yang mengemuka dalam diskusi bersama, ajang silaturahmi para tokoh Sumbawa yang berada di luar daerah, Jumat malam lalu di rumah Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rakhmat. Salah satu yang hadir, Profesor Hakim, putra Sumbawa yang kini menjadi dosen Administrasi Bisnis di Universitas Brawijaya Malang. Dia memiliki ide sederhana yang sudah ditularkan kepada salah saru daerah di Kalimantan. Bagaimana membangun daerah dengan sumberdaya yang terbatas. Sekaligus memberdayakan orang miskin.

Menurut Hakim, konsep pemikirannya sangat sederhana dan filosofinya sesuai ajaran agama. Yakni makanlah dari apa yang kita tanam. Kalau menanam pisang maka tidak usah memaksa makan roti. Artinya, potensi lahan subur yang ada di Sumbawa bisa ditanami beragam tanaman penghasil seperti pisang dan singkong untuk kemudian diolah menjadi kripik misalnya dengan kemeasan yang baik, maka bisa memberikan nilai jual pada produk tersebut.

Syaratnya, lanjut Hakim, tentu harus ada komitmen Bupati Sumbawa untuk memproteksi produk dimaksud. Termasuk pengusaha lokal yang membantu masyarakat memproduksi barang tersebut. Agar putaran uang juga tetap berada di daerah. “Kita sekarang tidak punya proteksi terhadap barang kita sendiri. Sekarang mulailah berpikir dari hal sederhana. Dengan berorientasi kepada produk kita sendiri dalam memberdayakan masyarakat kita dengan uang yang terbatas,” ulasnya. (arn)