Bupati Puji Kerukunan Umat Beragama di Donggo

Bupati Bima saat bertemu dengan alim ulama dan pendeta saat berkunjung ke Desa Mbawa Kecamatan Donggo akhir pekan kemarin. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Di tengah isu radikalisme dan inteloransi yang mengemuka, masih ada potret kerukunan umat beragama di Desa Mbawa Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang sangat membanggakan dan menjadi cerminan untuk daerah lain.

Keharmonisan kehidupan beragama tercermin dari kehidupan tiga umat beragama berbeda yakni Islam, Protestan dan Katolik, yang tidak pernah ada hal-hal mengusik ataupun mengganggu kerukunan karena masing-masing saling menjaga dan menghormati satu sama lain.

Iklan

Bahkan, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, memuji sikap toleransi hidup antar umat beragama di Desa Mbawa Kecamatan Donggo yang selama ini tetap aman dan hidup berdampingan dengan tiga agama yang berbeda (islam, katolik dan protestan).

Pujian itu disampaikan orang pertama Pemerintahan Kabupaten Bima dihadapan ratusan warga Desa Mbawa, saat melakukan melakukan Kunjungan Kerja (kunker) akhir pekan kemarin.

Atas nama Pemerintah, Bupati menyampaikan terima kasih. Ia menghimbau warga Desa Mbawa tetap menjaga keamanan dan kerukunan. Tidak terpengaruh dengan provokasi pihak luar yang ingin mengganggu kerukunan hidup.

“Menjaga keamanan dan ketertiban. Bukan saja tugas Polri dan TNI, akan tetapi tugas masyarakat juga,” katanya. Sampai sekarang, lanjut ibu dua anak ini, kerukunan hidup antara umat muslim dan non muslim di Kecamatan Donggo telah diakui dan mendapat pujian berbagai pihak yang paling aman.

“Karena sikap toleransi ini, Kabupaten Bima banyak pujian dari berbagai pihak. Mari kita terus rawat dan menjaga kerukunan umat beragama,” katanya.

Untuk itu Ia mengajak seluruh komponen yang ada, terutama Alim Ulama dan Pendeta agar selalu memberikan pencerahan kepada  seluruh masyarakat. Tetap waspada pengaruh dari luar yang dapat memecah belah kerukunan umat.

“Tidak membiarkan orang lain mengganggu toleransi yang sudah terbangun ini. Kita menjaga kerukunan hidup ini sebagai warisan untuk anak cucu nanti,” ajaknya.

Bupati berharap, keharmonisan umat beragama di Desa Mbawa tetap selalu terjaga. Tetap mengedepankan budaya gotong royong tanpa memandang status sosial ataupun agama. Mengingat semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan kebenaran tanpa ada diskriminasi. (uki)