Bupati Monev Proyek Fisik, Wabup Tegur Kontraktor Lelet Bekerja

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Wabup Hj. Sumiatun didampingi jajaran OPD turun monev beberapa proyek di Lobar, Selasa, 22 September 2020.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bersama jajaran melakukan memonitoring dan evaluasi (monev) progres pengerjaan proyek fisik di beberapa tempat. Hasil monev yang ikut didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup), Hj. Sumiatun tersebut beberapa proyek yang dinilai masih rendah realisasinya yakni proyek pembangunan gedung Kantor Dinas Dukcapil senilai Rp7,1 miliar lebih.

Selain itu, ditemukan progres minus pada proyek pembangunan rehabilitasi ruang rawat jalan Rumah Sakit Awet Muda senilai Rp6,9 miliar. Atas temuan hasil ini, Wabup pun tak segan-segan menyemprot rekanan tersebut. Bupati turun melakukan monev sekitar pukul 10.00 didampingi Asisten III Setda KLU H. Mahyudin, Inspektur H. Ilham, Kepala Bappeda Rusditah, Kadis Kominfo Ahad Legiarto, Kabag Pembangunan Setda Lobar L. Ardipati dan Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan H. L. Hakam dan beberapa camat.

Iklan

Sasaran kunjungan pertama kali ke proyek kantor Dinas Dukcapil berlokasi di Gerung. Bupati mendapati progres proyek yang kurang memuaskan, karena baru 12,20 persen. Progres pengerjaan proyek ini minus sekitar 3,48 persen dari rencana yang seharusnya dicapai 16,20 persen.

Proyek ini bernilai Rp7,1 miliar dari pagu Rp8 miliar yang didanai dari DAU, memiliki batas akhir pengerjaan sampai tanggal 25 Desember 2020. Selanjutnya, monitoring berlanjut ke proyek pembangunan Puskesmas Banyumulek yang beralokasi Di Desa Banyumulek. Pada saat bersamaan Wabup harus kembali ke kantor, karena ditugaskan Bupati mengikuti telekonferensi dengan BNPB pusat terkait progres RTG.

Di proyek pembangunan Puskesmas Banyumulek senilai Rp 9,3 miliar dari pagu Rp9,5 miliar lebih yang didanai DAK ini, Bupati keliling melihat progres pengerjaan. Realisasi pengerjaan proyek ini mencapai 32,49 persen, melebihi dari rencana 27,37 persen, sehingga terdapat deviasi positif mencapai 5,12 persen. Dan batas kontrak, pengerjaan berakhir tanggal 16 Desember 2020.

Di lokasi yang sama, dibangun proyek rumah jabatan tenaga kesehatan dengan nilai kontrak Rp 787 juta lebih dari pagu anggaran Rp824 juta lebih. Progres pengerjaan proyek ini baru mencapai 56 persen.

Sidak berakhir di proyek RSUD Awet Muda Narmada. Di sini ada lima paket proyek pembangunan dan rehabilitasi (Ruang Operasi) melalui Dana Alokasi  Khusus (DAK) dengan nilai kontrak sebesar Rp9,1 miliar dari pagu Rp 9.2 miliar lebih. Progres proyek ini mencapai 52,89 persen dari rencana 45,62 persen. Masa kontrak proyek ini berakhir sampai tanggal 16 Desember 2020.

Sedangkan untuk pembangunan dan Rehabilitasi Rawat Jalan mengalami deviasi negatif. Artinya progres pengerjaan tidak tercapai sebesar 4,05 persen, dari 25,79 persen, namun yang tercapai 21,73 persen. Proyek senilai Rp6,9 miliar dari pagu sebesar Rp 7,7 miliar ini sesuai kontrak berakhir tanggal 16 Desember 2020.

Beralih ke proyek  pembangunan Gedung ICU/NICU yang didanai melalui  pinjaman Daerah dengan nilai Rp5,3 miliar dari pagu sebesar Rp 5,8 miliar ini memiliki progres lebih bagus. Progress proyek yang berakhir masa kontraknya tanggal 19 desember 2020 ini mencapai 25,99 persen. Lalu proyek pengadaan IPAL RSUD Awet Muda senilai Rp1,9 miliar dari pagu Rp2,01 miliar, progres proyek ini mencapai 42,72 persen dengan batas akhir kontrak tanggal 18 desember 2020. Terakhir proyek yang dikerjakan di rumah sakit ini adalah pembanguan rumah genset senilai Rp 618 juta dari pagu sebesar Rp814 juta baru mencapai13,91 persen. Batas kontrak berakhir tanggal 29 Desember 2020.

Wabup Hj. Sumiatun menegaskan, monev ini dilakukan untuk melihat sejauh mana progres pengerjaan proyek-proyek ini. Dan apa yang dilakukan pemda terhadap kontraktor tersebut. “Saya sampaikan ke pak bupati, ini (proyek Dukcapil) baru 12 persen lebih. Terus bagaimana? Saya ndak segan semprot kalau lambat bekerja,” tegasnya.

Pelaksana Utama PT. Mayalia yang mengerjakan proyek Puskesmas Banyumulek, Khaerul Muna mengaku sampai minggu ke 9 progres pengerjaan mencapai 32,49 persen terdapat deviasi positif 5,34 persen. Pekerjaan dimulai tanggal 20 Juli dengan masa kerja 150 hari. Ia optimis pekerjaan proyek selesai tepat waktu, karena hampir semua material sudah ada. Sedangkan untuk barang-barang dari luar akan diadakan pada pekan ke 12-13.

Terkait alat keselamatan (K3), pihaknya sudah memberikan alat namun pekerja enggan memakainya, karena belum terbiasa. “Karena 50 persen pekerja dari Banyumulek, tapi kami sudah berikan alat K3,” jelas dia. (her)