Bupati Minta Semua Pihak Turun Atasi Kekeringan

Masyarakat di Kecamatan Jerowaru tengah menunggu pendistribusian air bersih, Sabtu, 12 September 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy ,M.M., meminta kepada semua pihak untuk bertindak menyikapi bencana kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lotim. Tercatat 15 kecamatan di Lotim berpotensi mengalami kekeringan, sehingga membutuhkan penanganan cepat berupa penyaluran air bersih.

 “Semua pihak harus terlibat. Harus turun tangan berpartisipasi,” terang bupati akhir pekan lalu.

Iklan

Bupati mengatakan, beberapa wilayah yang dilanda kekeringan dan krisis air bersih sudah dilakukan pendistribusian sejak bulan lalu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim. Di samping adanya pendistribusian air bersih dari PDAM, PMI maupun TNI-Polri.

Untuk itu, bupati mengingatkan agar masyarakat tak khawatir dikarenakan pemerintah siap memenuhi kebutuhan masyarakat ketika adanya laporan.

Untuk memudahkan pendistribusian air bersih ini, bupati mengarahkan supaya beberapa armada mobil air bersih ditempatkan di wilayah yang letaknya cukup jauh, seperti di Sambelia, Suela, Keruak, Sembalun, termasuk yang paling parah di Kecamatan Jerowaru.

  “Senin (hari ini), armada-armada itu sudah ditempatkan di wilayah-wilayah terdampak kekeringan yang lokasinya terjauh,” ujarnya.

Kabupaten Lotim, saat ini sudah berstatus siaga darurat bencana kekeringan. Tercatat sebanyak, 183.411 jiwa lebih yang terancam mengalami kekeringan dan krisis air bersih dari 15 kecamatan tersebut. Berdasarkan data siaga darurat kekeringan NTB per tanggal 18 Agustus 2020 tersebar di 9 kabupaten/kota, 75 kecamatan, 345 desa, 199.294 KK dan 705.691 jiwa. Dari jumlah tersebut, 14 kecamatan disumbang oleh Kabupaten Lotim, 74 desa, 61.417 KK dan 183.411 jiwa.

Penetapan siaga darurat kekeringan ini tertuang dalam keputusan, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, Nomor: 188.45/423/BPBD/2020 untuk menyiapkan langkah-langkah secara cepat dan tepat. Penetapan Lotim sebagai darurat bencana kekeringan untuk mengantisipasi risiko dampak bencana yang lebih luas. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan siaga darurat terhadap bencana kekeringan.  (yon)