Bupati Minta Guru Non-PNS Diakomodir BPJS Ketenagakerjaan

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Ketua PGRI Lobar Tajudin saat menghadiri Konferensi PGRI di Senggigi. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid  meminta guru-guru non PNS dan swasta dilibatkan di PGRI. Termasuk memasukan guru non-PNS ke BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya sudah dikomunikasikan bupati dengan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar.

Permintaan itu disampaikan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid pada acara Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang berlangsung di Hotel Aruna Senggigi, Senin, 23 November 2020.

“Jika lewat BOS sulit maka silahkan koordinasikan kemudian laporkan ke saya. Silakan teman-teman ikut saja lewat dana BOS boleh, lewat APBD juga boleh yang pasti garis kebijakannya adalah guru non-PNS mendapatkan perlindungan itu yang paling penting,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa waktu lalu sudah melakukan penandatanganan MoU atau kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semua pegawai non-PNS di Lobar diikutkan di BPJS ketenagakerjaan meskipun secara bertahap. “Karena kita tidak tahu nasib kita apakah jatuh di motor atau kecelakaan, jika kita masukan ke BPJS Ketenagakerjaan insyaa Allah mereka akan lebih tenang,”ucapnya.

Bupati dua priode inj juga dengan jelas meminta agar dikoordinasikan dengan Ketua PGRI Lobar supaya guru-guru non-PNS bisa dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan.  “Kalau PNS sudah tercover di Askes dan BPJS dan seterusnya,”ujarnya.

Selanjutnya, Fauzan juga menyinggung kuantitas guru di Lobar maupun secara nasional yang masih kekurangan guru. Di Lobar, katanya, ada 11 ribu PNS itu masih kurang tiga ribuan. “Artinya dari jumlah sekolah jumlah guru dan murid tidak sebanding maka dibutuhkan dua kali lebih untuk lebih maksimal, berkualitas untuk memberikan pembelajaran terhadap anak didik,” ujarnya.

Sementara Ketua PGRI Lobar  Tajuddin mengatakan Konerensi PGRI yang pertama ini pesertanya 80 orang dengan tujuan dilaksanakannya yakni untuk mempererat silaturrahim untuk semua tanpa terkecuali. Dan pada kesempatan itu juga ia melaporkan kalau upacara HUT PGRI ke-75 tahun ini tidak dilaksanakan, karena akan melibatkan banyak orang. (her)