Bupati Lotim Warning BRI

Sekda Lotim, H.M. Juaini Taofik saat didampingi Pimpinan BRI Cabang Selong, Areof Sarifuddin, Kepala Dinas Sosial Baiq Farida Apriani saat pertemuan evaluasi dan sosialisasi dengan seluruh agen BRIlink se Lotim, Rabu, 24 Februari 2021. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy memberikan warning terhadap Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai penyalur Bantuan Program Sembako (BPS) atau dulu disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bank dengan jaringan terluas di Lotim ini diminta segera memperbaiki tata kelola dan mekanisme penyaluran BPS oleh agen-agen e-Warongnya. BRI diberikan  batasan waktu sampai 15 Maret 2021 mendatang.

Penegasan Bupati Lotim ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juaini Taofik saat membuka acara evaluasi dan sosialisasi penyaluran BPS menghadirkan seluruh agen BRILink di Gedung Wanita Selong, Rabu, 24 Februari 2021. “Pesan Bupati, BRI harus tegak lurus melakukan janji perbaikan sampai tanggal 15 Maret mendatang,” sebut Sekda mengutip penjelasan Bupati Sukiman.

Iklan

Jika tiga pekan ke depan tidak ada perbaikan maka kerjasama BRI dengan agen e-Warong sebagai penyalur BPS akan dihentikan. “Kalau tidak ada perbaikan, maka kerjasama akan diputus, tidak ada pilihan lain semua harus berbenah dan kembali ke Pedum,” imbuhnya.

Sekda mengingatkan, sebelumnya sudah ada temuan Ombudsman RI terkait penyaluran BPS di Lotim yang semrawut. BRI melalui agen-agen penyalurnya tidak bisa memenuhi harapan sesuai temuan Ombudsman tersebut, maka dengan sangat berat hati Bupati mencari alternatif memilih bank lain sebagai penyalur. “Kan ada Himpunan Bank Negara (Himbara) lainnya seperti Mandiri, BNI,” sebutnya.

Temuan Ombudsman RI sambung Sekda pelaksanaan penyaluran BPNT di Lotim tidak sesuai Pedum. Antara lain soal ketidaktepatan waktu penyaluran, agen melakukan pemaketan bantuan, adanya keterlibatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang diduga menggiring untuk kerjasama dengan supplier tertentu. Para agen penyalur harus menjadikan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BPS ini sebagai raja yang harus dilayani.

Para TKSK ini pun dalam waktu dekat ini akan diundang khusus oleh Pemkab Lotim untuk dilakukan evaluasi. Jika para TKSK ini tidak berbenah maka diusulkan penggantiannya. Masih banyak masyarakat Lotim yang lain yang memiliki kompetensi. Semuanya tinggal diberikan kepercayaan.

Pimpinan Cabang BRI Selong, Aroef Sarifuddin menegaskan pihaknya mengajak seluruh agen BRILink yang menjadi agen E-Warong segera berbenah. BRI berjanji meluruskan benang kusut pelaksanaan penyaluran BPS yang dilakukan para agen.

Aroef menegaskan, BRI sendiri tidak pernah mengarahkan agennya membuat Perjanjian Kerjasama dengan supplier manapun. BRI katanya tidak berpihak dengan supplier manapun. Kepada seluruh agennya, Pinca BRI menegaskan bisa membeli apa saja di supplier manapun.

Seluruh agen BRILink yang menjadi agen E-Warong diingatkan Pinca agar melaksanakan penyaluran BPS sesuai Pedum. KPM bebas kapan saja belanja ke e-Warong. E -warong tidak boleh pula melakukan pemaketan barang sembako yang akan disalurkan. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional