Bupati Lotim Tak akan Perpanjang Izin Ritel Modern

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Menyikapi merebaknya ritel modern saat ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pasalnya, keberadaan ritel modern ini dinilai dapat mematikan usaha masyarakat sebagai sumber pencaharian mereka. Untuk Kabupaten Lotim, di bawah kepemimpinan H.M. Sukiman Azmy,MM dan H. Rumaksi SJ,SH berjanji tidak akan memperpanjang izin dari ritel modern yang ada saat ini.

Bahkan ditegaskannya selama ia menjabat sebagai bupati, tidak akan menandatangani izin untuk berdirinya ritel modern bagi yang baru. Menurutnya, menjamurnya ritel modern itu kemungkinan izinnya sudah lama, terutama saat dirinya belum menjabat bupati, namun prosesnya pembangunan baru dilakukan sekarang.

Iklan

Maka dari itu, bupati berjanji akan memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu melakukan evaluasi terhadap ritel-ritel modern yang berkembang saat ini apakah betul ritel modern yang buka itu sudah mengantongi izin atau tidak. “Nanti kita akan evaluasi izin-izin dari ritel modern itu. Jangan sampai mereka hanya membangun-bangun saja,” tegasnya.

Disamping itu, orang nomor satu di Gumi Selaparang ini juga mengungkapkan untuk menyikapi keberadaan ritel modern ini. Langkah pertama yang dilakukan yakni membantu BUMDes untuk membesarkan dirinya dengan akan ada alokasi dana dari Pemda dan ADD untuk membuat satu desa satu BUMDes.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lotim, Hj. Rasmiah, mengatakan, keberadaan ritel modern yang semakin menjamur di Lotim sangat berdampak terhadap penghasilan UMKM, terutama yang letaknya tidak jauh dari ritel modern itu sendiri. Maka dari itu, untuk mencegah semakin menjamurnya ritel modern ini tergantung dari komitmen kepala daerah dalam rangka perizinannya yang merupakan salah satu cara untuk memperketat berdirinya ritel modern di Lotim. (yon)