Bupati Lotim Persilakan Bangun Hotel dan Mal di Terminal Pancor

TERMINAL - Terminal Pancor ditawarkan Pemkab Lotim untuk dibangun hotel atau pusat perbelanjaan. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy mengakui di Lotim belum ada  hotel berbintang. Kenyataan membuat bupati menantang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membangun hotel lengkap dengan pusat perbelanjaan di Lotim.

“Kami punya terminal, luas arealnya 2 hektare lebih dan di belakang ada kantor Dinas Perhubungan. Kami akan siap pindahkan kantor perhubungan itu,” ucapnya saat bersama pelaku pariwisata NTB akhir pekan kemarin.

Iklan

Lokasi yang ditawarkan Bupati Lotim ini disebutnya sangat strategis. Berada di depan rumah mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Disampingnya pun sudah ada Pancor Trade Centre (PTC).

Bupati meyakinkan, ketika sudah terbangun hotel dan mal di lokasi tersebut, maka akan ramai dikunjungi warga Lotim yang notabenenya terbesar di NTB jumlah penduduknya. “Saya yakin, pasti akan laris,” terangnya.

Ketua PHRI Lotim, Saprudin saat dikonfirmasi Suara NTB mengapresiasi dan menyambut baik tawaran bupati. Ketua PHRI Lotim ini pun sudah mengajak serta sejumlah pengurus Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) untuk melihat langsung Terminal Pancor yang ditawarkan Bupati.

Dari gambaran awal survei tersebut, dituturkan ada beberapa investor yang tertarik untuk kerjasama merealisasikan tantangan Bupati Lotim. Diakui, lokasi sangat strategis dan akses transportasi sangat mudah. Dekat dengan kantor polisi dan rumah sakit.

Minggu kemarin, PHRI dan IHGMA ini langsung menggelar pertemuan juga membahas tindak lanjut tawaran bupati. “Kita sudah pertemuan juga antara PHRI dengan IHGMA serta dengan para pelaku wisata dari Lotim bertempat di  Ekas Garden Vila, Minggu kemarin,” tuturnya.

Diyakini, ketika pemerintah daerah sudah serius maka akan mudah untuk merealisasikan investasinya. Diakui, wacana bangun hotel dan mall ini sudah lama digaungkan, tapi belum terwujud.  Menurutnya, kendala ini bukan masalah lahan, tapi kemauan dan keseriusan pemerintah daerah.

Pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan yang memadai di Kota Selong memiliki prospek cerah. Di mana, Selong merupakan daerah ibu kota dan sejauh ini menjadi tujuan banyak orang. “Kami, melalui jaringan PHRI siap bentu Pemda mewujudkannya,” demikian.

Saat ini, sambungnya jumlah hotel di Lotim  memang sangat terbatas. Dalam list PHRI jumlah vila dan hotel baru 32 unit. Dari jumlah itu, hanya satu hotel, yakni Heaven on the planet di Pantai Surga Desa Ekas Buana saja yang standar bintang 3. (rus)