Bupati Lotim : Masjid Jangan Hanya Jadi Tempat Ibadah

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/rus)

Mataram (Suara NTB) – Keberadaan masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah shalat. Akan tetapi, masjid bisa dijadikan pusat kegiatan Islami. Seperti kajian-kajian Islam dan lainnya. Hal ini diterangkan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy ketika mengukuhkan Pengurus Badan pengelola Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Senin, 19 November 2018 lalu.

Khusus untuk masjid terbesar di Selong ini, menurut Bupati Sukiman sudah saatnya dilakukan renovasi dan dikembangkan agar dapat benar-benar dioptimalkan. Badan pengelola diminta mengajukan rencana renovasi serta melakukan inovasi dan kegiatan baru yang nantinya akan diakomodir pembiayaannya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim. Bupati mempersilakan badan pengelola melakukan studi banding dan mencari informasi pengelolaan masjid di daerah lain.

Iklan

Dalam pengelolaan masjid, harapannya dapat terjadi kerjasama dan sinergitas yang baik antara badan pengelola dan imam besar dalam pelaksanaan tugas. Begitupun harapan bupati, terjadi di masjid-masjid yang ada di kecamatan dan desa-desa yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Lotim.

Setiap desa dan kecamatan harus memiliki satu masjid binaan dan menanggung operasional masjid seperti memberikan honor kepada guru ngaji, marbot dan imam masjid.

Menjadi imam masjid itu harus penghafal Quran. Imam masjid desa setidaknya merupakan hafiz Al-Qur’an 15 Juz. Sedangkan  imam masjid kecamatan  minimal 20-25 Juz. Imam masjid diharapkan menjadi imam yang handal baik dari segi tajwid dan makhraj hurufnya. Dengan demikian, kata bupati akan menambah kekhusukan dalam melaksanakan ibadah salat. Rencananya, pengaturan terkait hal itu akan coba dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) atau Peratuan Daerah (Perda).

Imam Besar Masjid Al Mujahidin yang dikukuhkan Bupati adalah, TGH. Ishak Abdul Gani, LC. Sedangkan personalia Badan Pengelola Masjid, Ketua Umum Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur  dan Wakil Ketua Umum, Drs. H. Mahsun Faisal serta pengurus lainnya. (rus)