Bupati Lotim Kritik Penangkapan Puluhan Masyarakat Senang Galih

Selong (Suara NTB) – Aparat Kepolisian dari Polres Lombok Timur (Lotim), Rabu, 30 November melakukan penangkapan terhadap 31 masyarakat lantaran diduga melakukan pembakaran dan pengerusakaan terhadap bibit kayu dan Pos jaga yang sedang dibangun di kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Senang Galih Kecamatan Sambelia oleh PT Sadhana Arifnusa. Menurut Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, penangkapan terhadap puluhan warga itu tidak seharusnya dilakukan.

“Menurut saya, masyarakat itu tidak usah ditangkap, sebaiknya persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan,” sarannya.

Iklan

Terkait dengan penangkapan masyarakat itupun, Bupati menilai ada kesalahpahaman antara pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan itu, sehingga masyarakat pun menjadi korban. Ali BD-sapaan akrab Bupati menegaskan, masyarakat yang berada di Lendang Tengak Dusun Senang Galih Kecamatan Sambelia itu merupakan orang miskin. Sehingga, dengan dilakukannya penangkapan itu tentu akan menambah penderitaan yang dialami oleh masyarakat disana. “Orang sudah miskin, menderita, jangan lagi ditambah penderitaannya,” kritik Bupati dengan raut wajah kecewa, dikonfirmasi, Kamis, 1 Desember 2016.

Untuk PT Sadhana sendiri, orang nomor satu di Gumi Selaparang ini tidak mengetahui secara pasti apakah PT Sadhana itu merupakan investor ataupun bukan. Menurut bupati, yang layak dikatakan sebagai investor adalah perusahaan yang menanam kayu untuk dijadikan hutan dan kepentingan masyarakat banyak, itulah yang dinamakan investor. Namun apabila perusahaan itu menanam kayu untuk dirinya sendiri, lalu melakukan penebangan kayu untuk kepentingan perusahaannya saja. Menurutnya itu lebih cocok atau tepat disebut sebagai pencuri kayu.

Terpisah, Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH menjelaskan, penangkapan terhadap 31 orang yang melakukan pembakaran dan pengerusakan bibit kayu dan Pos jaga di kawasan HTI Desa Senang Galih tersebut  karena pelaku yang berjumlah sekitar 100 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan mendatangi Pos pengamanan HTI dengan membawa senjata tajam, bambu runcing serta BBM ke dalam kawasan HTI tersebut. Di sana, kata Kapolres, mereka langsung melakukan pengerusakan dan pembakaran terhadap bibit pohon yang akan ditanam serta Pos Pengamanan yang sedang dibangun.

  APBD Perubahan Dompu Lewati Batas Defisit

“Puluhan pelaku kita tangkap saat melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran di kawasan HTI,” ucap Kapolres.

Dalam operasi penangkapan itu, katanya, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 18 buah senjata tajam, 2 buah bambu runcing dan 8 buah korek api. Turut diamankan pula 14 unit sepeda motor. Saat ini, kata Kapolres, puluhan pelaku dan BB tersebut sudah diamankan di Mapolres Lotim untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Saat ini puluhan masyarakat itu sedang kita identifikasi, apakah benar-benar pelaku atau hanya sekedar ikut-ikutan,”pungkasnya. (yon)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here