Bupati Lotim Ingatkan Guru Negeri Tidak Sewenang-wenang pada Guru Honor

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Moch Ali Bin Dachlan mengingatkan kepada guru yang sudah berstatus negeri tidak seenaknya memberi perintah terhadap guru honor, terutama dalam mengisi jam pelajaran di sekolah.

“Jangan mentang-mentang sudah jadi guru negeri terus seenaknya memberi perintah terhadap guru honor,” ujar bupati dalam acara silaturahmi bersama guru honor daerah dan operator sekolah di Labuhan Haji, Selasa, 29 November 2016.

Iklan

Selaku kepala daerah, bupati mengungkapkan jika dirinya sering mendapat keluhan terkait banyaknya guru honor yang jam mengajarnya lebih banyak dari pada guru yang sudah berstatus PNS. Kondisi ini kerap membuatnya marah karena berbicara masalah penggajian, gaji antara guru honor dengan guru yang sudah PNS sangatlah jauh perbedaannya. Maka itu, ia mengingatkan kepada Kepala Unit Dikpora di masing-masing kecamatan memantau jam mengajar antara guru PNS dan guru honor.

Dalam kesempatan itu, bupati mengingatkan kepada sekitar 1.200 guru honor daerah yang sudah memegang SK bupati untuk mencari pekerjaan sampingan diluar menjadi seorang pendidikan. Akan tetapi, etos kerja harus tetap diutamakan, terutama dalam membangun kedisiplinan. Selain itu, bupati juga menyinggung jika dunia pendidikan Lotim sampai saat ini belum bisa dikatakan nomor satu, karena yang berkecimpung didalamnya tidak secara sungguh-sungguh memajukan dunia pendidikan. “Saya sangat mengapresiasi guru honor, meskipun ia di gaji hanya Rp 15 ribu, namun ia tetap mengajar,’’ kritik bupati.

Memanfaatkan momentum ini, sejumlah guru honor yang hadir pada acara itu juga menyampaikan aspirasinya terhadap bupati. Seperti yang disampaikan, Marhum salah satu guru SMP Satap Aikmel, dihadapan bupati ia mengaku jika dirinya sudah mengabdikan diri sebagai guru sejak tahun 2004 lalu, namun sampai sekarang ia belum menerima SK Bupati. Sementara, katanya, beberapa guru yang baru mengabdi satu atau dua tahun sangat cepat sekali keluar SK-nya.

Mendengar keluhan tersebut, Bupati Ali BD langsung menginteruksikan supaya guru tersebut dicatat namanya untuk ditindak lanjuti. Termasuk beberapa keluhan guru honor yang lain, terutama yang sudah memegang SK Bupati, namun gajinya tidak pernah dibayar.

Sementara, Sekdis Dikpora Lotim, Drs. M.Zaini menyampaikan dikumpulkannya guru honor yang sudah memegang SK bupati dan operator sekolah murni untuk bersilaturahmi. Melalui momentum ini nantinya dapat diketahui keluhan-keluhan para guru honor yang disampaikan langsung kepada bupati. Karena berbicara jumlah guru honor di Lotim sebanyak 80 ribu lebih, baik yang sudah memegang SK Bupati ataupun belum. Maka dari itu, sangat penting sekali dilakukan pertemuan ini untuk mendengar langsung keluhan mereka untuk dapat diperjuangkan kesejahteraannya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here