Bupati Lotim Akui Sektor Pendidikan dan Kesehatan Masih Jadi Tantangan

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy dan ribuan guru SD/SMP mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Pendidkan Daerah bagi Guru Plus SD dan SMP lingkup Pemkab Lotim tahun 2020 bertempat di Gedung Wanita Selong  Senin, 2 Maret 2020. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Sukiman Azmy,MM., mengatakan, dunia pendidikan memiliki perananan yang sangat penting, utamanya dilihat dari kebutuhan Lotim saat ini. Mengingat posisi IPM Lotim yang masih berada di urutan ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB.  Sektor kesehatan dan pendidikan masih menjadi tantangan, mulai dari angka harapan hidup, angka kematian ibu dan bayi, harapan lama sekolah sampai rata-rata lama sekolah.

Hal itu disampaikan bupati di hadapan peserta Workshop Peningkatan Mutu Pendidkan Daerah bagi Guru Plus SD dan SMP lingkup Pemkab Lotim tahun 2020 bertempat di Gedung Wanita Selong  Senin, 2 Maret 2020. Kegiatan ini dihadiri, Kepala BKPSDM Lotim dan guru SD dan SMP yang mengikuti workshop ini.

Iklan

Bupati mengingatkan guru sebagai pendidik memiliki peran penting dalam upaya ini, utamanya untuk mengejar angka rata-rata lama sekolah yang saat ini masih berada pada angka 6,69 dan harapan lama sekolah yang ada di angka 13,51.

Guru yang merupakan ujung tombak dunia pendidikan diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan terhadap anak didiknya agar dapat menuntaskan pendidikan, jangan sampai anak-anak berhenti sekolah, karena alasan ekonomi, membantu orang tua mereka di sawah dan sebagainya. “Peran guru ini tentunya untuk mendukung upaya pemerintah yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan,”kata bupati.

Dijelaskan Sukiman, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di NTB maupun di luar NTB untuk peningkatan kualitas guru. Ia meminta para guru tidak membatasi diri untuk perbaikan pendidikan yang tidak hanya berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar, melainkan juga terhadap tingkat perekonomian guru itu sendiri. Sukiman bahkan berjanji akan memberikan apresiasi berupa umrah kepada 21 guru berprestasi yang diseleksi dari tiap-tiap kecamatan.

Bupati menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme guru di daerah ini. Di samping siswa di Lotim sejak 2019 lalu juga telah memberikan beasiswa kepada santri yatim piatu banyak 1.000 orang, yang tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 2.000 orang. Beasiswa ini disalurkan melalui berbagai pondok pesantren yang ada di daerah ini.

Sementara itu Staff Ahli Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Bidang Pendidikan dan Peningkatan Mutu Guru di Daerah, Himatul Hasanah, menyampaikan APKASI berjuang untuk pemenuhan kebutuhan guru yang diisi guru tenaga honorer, guru tidak tetap yang jumlahnya 50% di masing-masing kabupaten. APKASI sejak lima tahun terakhir berjuang mengatasi kekurangan guru hampir seluruh daerah di Indonesia yang mencapai 50%. Ditambahkannya bahwa workshop ini merupakan salah satu progr m unggulan APKASI untuk meningkatkan mutu pendidik. (yon)