Bupati Loteng Akui Degradasi Moral Kian Nyata di Masyarakat

Praya (Suara NTB) – Persoalan degradasi moral di tengah masyarakat yang selama ini baru dipandang sebagai ancaman saja, diakui kini sudah semakin nyata. Tidak terkecuali di tengah masyarakat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Munculnya kasus pencabulan yang menimpa anak di bawah umur dengan pelakunya juga masih anak-anak, sebagai bukti kalau degradasi moral telah melanda masyarakat di daerah ini.

“Terus terang kita sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi sekarang ini. Sampai muncul kasus pencabulan dengan korban anak-anak dengan pelaku anak-anak pula,” ujar Bupati Loteng, H. M. Suhaili FT, SH, kepada wartawan saat ditemui di kawasan Masjid Agung Loteng, Jumat, 22 Juli 2016.

Iklan

Hal itu, lanjutnya, menandakan kalau degradasi moral tengah melanda dan tidak hanya sebatas ancaman semata. Untuk melawan kondisi ini, lanjutnya, pemerintah daerah tidak bisa sendiri. Dibutuhkan komitmen dan kemauan bersama seluruh elemen masyarakat di daerah ini. Terutama para orang tua dan sekolah, sebagai pilar pembangunan moral masyarakat.

“Kita pemerintah jelas tidak akan bisa berbuat apa-apa, kalau kemudian para orang tua justru bersikap acuh tak acuh pada pembangunan moral terutama pada anak-anaknya,” ujarnya. Begitu pula pihak sekolah, yang juga memiliki andil besar dalam rangka membangun moral anak didiknya.

Dengan kata lain, lanjutnya, semua elemen di daerah ini harus bersatu melawan degradasi moral yang tengah melanda. Para orang tua lebih ketat mengawasi pergaulan anak-angka dan tanpa kenal lelah terus memberikan pendidikan moral yang baik. Begitu pula sekolah, sebisa mungkin menerapkan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada pendidikan akhlak serta moral yang baik.

‘’Misalnya dengan mengintensifkan kegiatan mengaji setiap hari serta pendidikan agama lainnya. Begitu pula lingkungan, dalam hal ini para tokoh masyarakat dan agama juga harus ikut terlibat. Membangun moral bagi masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Kalau semua elemen sudah bersatu, maka upaya melawan bahaya degradasi moral akan lebih ringan,” ujar mantan Ketua DPRD NTB ini.

Adapun terkait kasus pencabulan gadis empat tahun oleh siswa SD kelas 2 di Desa Montong Gamang Kopang, Suhaili mengaku sangat prihatin. Dan, berharap aparat kepolisian bisa melakukan tindakan secara hukum sesuai aturan yang ada. “Kasus ini kita harapkan bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua di daerah ini, supaya lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Jangan kemudian dibiarkan  tanpa ada pengawasan,” tegasnya. (kir)