Bupati Lobar Minta Selidiki Dugaan Mafia Aset di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid meminta agar dugaan mafia aset yang bermain dalam persoalan aset daerah diselidiki, jika terbukti oknum harus ditindaktegas, bahkan ditangkap. Menurutnya, persoalan ini perlu dicari tahu kebenarannya supaya jangan sekedar informasi. Langkah, pemda tentu perlu menelusuri informasi ini.

“Ayo tunjuk oknum itu, kita selidiki oknum itu, saya tantang wartawan,“ tegas bupati sembari menantang wartawan untuk menunjukkan oknum ini ketika ditemui belum lama ini.

Iklan

Bupati menegaskan, informasi ini jangan sebatas “katanya“, artinya belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Meski ada indikasi melalui berbagai kasus sengketa aset yang bergulir di pengadilan, pihaknya masih menganggap informasi ini perlu divalidkan. Terkait langkahnya tentu perlu dicari tahu informasi ini.

Sebelumnya, pihak  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar membentuk tim pengamanan dan penertiban aset, tugas tim ini menertibkan aset yang masih tercecer. Selain itu tugas tim ini melacak dugaan adanya mafia aset yang bermain membocorkan informasi terkait aset daerah. Pihak BPKAD bakal menjatuhkan sanksi, jika memang ada oknum internal yang bermain.

“Memang harus dilacak itu (dugaan mafia) aset, kalau memang betul kita sanksi,” tegas Kepala BPKAD Lobar, Joko Wiratno kepada wartawan belum lama ini.

Dijelaskan, terkait dugaan mafia ini belum ada laporan resmi yang diperoleh. Namun tim ini nanti akan mencari dan menelusuri informasi terkait aset. Tim ini, jelasnya, beranggotakan BPKAD, Inspektorat, BPN, kejaksaan, kepolisian dalam rangka mencari dan mengakomodir data informasi yang diterima, sehingga bisa ditindaklanjuti dengan segera baik yang positif maupun negatif.

Termasuk terkait mafia aset ini juga bakal dilacak. Terkait pelacakan melalui putusan pengadilan terkait keberadaan oknum A dan B, pihaknya tidak melihat kasus per kasus, namun diselesaikan satu per satu. Terkait bocornya informasi, karena oknum internal yang menjadi saksi terhadap oknum pelapor, diakuinya bakal dilacak juga. Ia akan mencari siapa orangnya, pihaknya akan menindak jika terbukti.

Kabag Hukum Bagus Dwipayana menyampaikan tercatat belasan titik aset berupa tanah di Lobar digugat oleh masyarakat yang mengklaim aset tersebut. Banyaknya aset yang digugat ini disinyalir akibat adanya “mafia” baik di lingkaran internal maupun di luar pemda.

Pasalnya, di beberapa kasus gugatan aset terdapat aparatur yang sama menjadi saksi selaku pemberi informasi bagi penggugat. Bahkan ia menguatkan informasi bagi penggugat. Selain itu, oknum dari internal juga diduga terlibat di beberapa kasus gugatan yang serupa. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here