Bupati Lobar Instruksikan Kades Hidupkan Gotong Royong

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Sekda H. Baehaqi saat apel siaga bencana di lapangan Kantor Bupati pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid menginstruksikan kepada para kepala desa (kades) di Lobar agar menggalakkan gotong royong untuk mengatasi persoalan sampah di daerah masing-masing.  Instruksi ini disampaikan bupati karena sebagian dari bencana alam yang terjadi seperti banjir dan tanah longsor merupakan andil dari manusia sendiri. Salah satunya, karena membuang sampah di sungai.

Penegasan ini disampaikan Bupati Lobar saat menjadi inspektur pada apel siaga bencana di lapangan Kantor Bupati Lobar akhir pekan kemarin.

Iklan

Sampah-sampah yang dibuang ke sungai, kata bupati, akan membuat aliran sungai terhambat, sehingga air di kali atau got naik ke jalan sebagaimana sering disaksikan di beberapa jalan.”Oleh karena itu, saya imbau kepada para camat dan kepala desa untuk menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sungai dan juga memobilisasi mereka untuk membersihkan sungai, kali, atau got yang sudah kotor melalui gotong royong,” harapnya.

Selain itu, Bupati Fauzan juga sudah lama menginstruksikan dilakukannya restorasi sungai di Lobar dan sudah dilaksanakan sejak tahun lalu. Program restorasi sungai mulai muncul saat peringatan Hari Air Sedunia tanggal 23 Maret 2019 yang lalu. Bupati H. Fauzan Khalid saat itu menyampaikan restorasi sungai harus dimulai pada satu sungai di setiap kecamatan yang berdekatan dengan ibu kota kecamatan.

Selain instruksi gotong royong dan restorasi sungai, Lobar juga dijelaskan bupati, tahun 2020 akan membangun 9 lokasi tempat pembuangan dan pengolahan sampah yang sebagiannya melalui konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle). Ke sembilan lokasi tersebut yaitu tiga lokasi bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berlokasi di Batulayar berupa tempat pembuangan sampah tetap (TPST), dan dua tempat pembuangan sampah (TPS) 3R yaitu di Gerung dan Kediri. Sementara enam lokasi lainnya berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lobar. Tiga berupa TPS3R di Lingsar, Kuripan dan Narmada; dan tiga lagi masih berupa tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) di Labuapi, Gunungsari, dan Lembar. (her)