Bupati Lobar Bakal Evaluasi Tata Ruang dan Penanganan Sampah

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengakui bencana di wilayahnya paling parah sepanjang beberapa tahun terakhir. Pasalnya, terdapat belasan desa diterjang banjir di enam kecamatan. Bahkan, bertambah lagi menjadi tujuh kecamatan menyusul Desa Sukamakmur Gerung dilanda banjir, Kamis kemarin. Sehingga hampir semua wilayah Lobar terkena bencana.

Untuk mengatasi persoalan banjir ini, bupati akan melakukan evaluasi berbagai aspek yang diduga memicu bencana banjir. Beberapa hal yang perlu dievaluasi, di antaranya tata ruang (RTRW), masalah sampah, kondisi hutan dan lingkungan di daerah setempat. Menurut bupati, bencana di Lobar disebabkan beberapa faktor. Di antaranya pengaruh la nina yang melanda daerah ini, sehingga curah dan intensitas hujanpun sangat tinggi menjadi pemicu terjadi bencana banjir. Faktor lain, ia mengaku tak menutup fakta, jika kondisi hutan yang relatif banyak yang rusak, sehingga perlu diseriusi untuk penanganan (rehabilitasi).

Iklan

Bupati mencontohkan, di wilayah Sengiggi. Perbukitan di wilayah ini marak pembangunan vila. Ia sendiri perlu menelusuri lebih jauh, apakah bangunan ini memiliki izin atau tidak. Menurutnya, perlu upaya besar untuk melakukan penelusuran. Akibat dibukanya kawasan diatas perbukitan tak dipungkirinya menjadi salah satu penyebab banjir.

Persoalan lain yang butuh penanganan serius, masalah sampah di wilayah Lobar. Sebab salah satu pemicu banjir, karena saluran tertutup sampah, sehingga airpun meluap. Selain itu, persoalan yang menjadi perhatiannya ke depan pendangkalan kali, sungai, parit dan saluran, termasuk penyempitan akibat bangunan.

“Di satu sisi bangunan terus bertambah, di sisi lain justru sungai dan parit mengalami pendangkalan dan penyempitan, plus kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Persoalan dihadapi Pemda menangani dampak banjir yakni anggaran tanggap darurat di BPBD sudah habis. Anggaran yang dialokasikan Rp 1 miliar untuk tanggap darurat di BPBD, baru kali ini habis terpakai. Karena tahun-tahun sebelumnya dana ini selalu tersisa, karena tak habis dipakai. Anggaran tanggap darurat ini semua terpakai, disebabkan penanganan dampak bencana yang sangat banyak.

  Puluhan Rumah di Kelurahan Jempong Baru Terendam Banjir

Diakibatkan bencana yang terjadi terparah saat ini. Apakah boleh ditambah? Menurutnya, anggaran tanggap darurat ini tidak boleh ada penambahan dana siap pakai, sebab perlu dialokasikan dulu. Menurutnya, penambahan alokasi dana ini tergantung intensitas bencana. Kemungkinan bisa ditambah di APBD-P tahun depan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here