Bupati Lobar Akhirnya Berlabuh ke Nasdem

H. Fauzan Khalid. (Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah sekian lama tak terjun ke partai politik, akhirnya Fauzan Khalid, Bupati Lombok Barat (Lobar) berlabuh ke partai Nasdem. Kepastian bupati dua periode ini menjadi pengurus DPW Nasdem NTB, setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem mengumumkan tiga pimpinan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTB.

Ketiga nama itu Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalilah sebagai ketua DPW, H.M. Syamsul Luthfi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Wilayah serta nama bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sebagai Dewan Pakar Wilayah Nasdem NTB. Ketika dikonfirmasi, alasan Fauzan bergabung ke partai Nasdem, diakuinya banyak alasan mengapa ia mau bergabung dengan partai besutan Surya Paloh itu. Salah satunya karena permintaan langsung DPP.

Iklan

“Yang pasti memang saya diminta DPP, kemudian juga bu Rohmi khusus datang langsung minta bantu untuk itu (bergabung). Ya udah jawaban saya boleh asal saya jangan jadi pegurus harian. Bahasa saya pengurus bulanan atau tahunan,” terang Fauzan yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 28 Oktober 2021. Menurutnya dengan secara langsung diminta DPP hingga Rohmi, membuat ia merasa dihargai. Terlebih posisi Fauzan yang belum berada di partai manapun. Hal itu yang membuat Fauzan berat menolak permintaan itu.

“Secara personal juga saya pernah dipanggil langsung sama pak Surya Paloh, terus DPP diutus ke sini, kan jadi ndak enak,” ujar Fauzan. Ia sendiri milihat Nasdem merupakan partai nasional religius. Tak hanya itu, ada beberapa hal positif yang dinilai Fauzan, sehingga membuat ia semakin yakin menjadi bagian partai itu.

Lantas bagaimana isu sebelumnya mengincar jabatan ketua DPW ? Fauzan jutstu mempertanyakan isu itu. Ia menilai dalam politik, isu seperti ini biasa muncul dan menjadi bagian dinamika politik. Bahkan dulu ia pernah diisukan menjadi ketua DPP Golkar NTB. “Biasa itu (dinamika),” ujarnya. Posisinya pun sebagai dewan pakar hampir setara dengan Ketua DPW. Jikapun terpilih di posisi itu pastinya ada pertimbangan dari partai termasuk pertimbangan konstelasi politik.

Ditanya rencana kedepan untuk pemilu 2024 setelah menjadi pengurus partai, Fauzan masih belum memikirkannya. Namun yang pasti ia akan mengikuti kontestasi politik yang tersedia antara menjadi legislatif atau birokratif. Baik DPRD Provinsi, DPR RI ataupun Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur. “Boleh jadi legislatif atau eksekutif,” pungkasnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional