Bupati KLU Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon

Bupati KLU, H. Djohan Sjamsu saat melepas bibit ikan di kali Segara, Rabu, 4 Agustus 2021.(Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., berkesempatan menebar benih ikan di perairan kali Segara, dusun Dasan Tengak, desa Samaguna, Rabu, 4 Agustus 2021. Di saat yang sama, Pemkab juga melakukan aksi reboisasi dengan menanam bibit pohon di titik kritis.

Aksi lingkungan itu dilakukan Pemkab serangkaian dengan peringatan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-13 KLU, 21 Juli lalu, serta HUT ke-76 RI, 17 Agutus mendatang.

Iklan

Pada seremonial pelepasan bibit ikan, Bupati didampingi Ketua DPRD KLU, Nasrudin, S.HI., Pj. Sekda KLU, Drs. H. Raden Nurjati, Wakapolres Lotara, Kompol Setia Wijatono SH, Danramil Gangga, Lettu Muhadi, serta sejumlah pejabat OPD lingkup Pemkab KLU.

Bupati berharap, pelepasan bibit ikan dan penanaman pohon dapat terus dilakukan secara berkala. Sebab, bibit ikan yang ditebar dapat dipancing oleh masyarakat. Oleh karenanya, ia mengajak semua pihak untuk ikut menebar pada setiap kegiatan seremonial.

Begitu pula penghijauan lingkungan. Reboisasi menurut Bupati, merupakan satu upaya memelihara lingkungan agar keberlangsungannya menciptakan ekosistem yang dibutuhkan manusia.

“Lombok Utara daerah subur, membutuhkan tangan dingin kita semua, baik pejabat dan masyarakat untuk menanam pohon. Dengan menanam pohon, kita menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujar Djohan Sjamsu dalam rilis Humaspro, Rabu, 4 Agustus 2021.

Diimbau Bupati, peran dan upaya sekecil apapun masyarakat untuk melestarikan lingkungan harus terus dilakukan. Sebab, dengan terjaganya lingkungan, maka lingkungan akan menjaga manusia.

“Daerah memerlukan perhatian dan kesungguhan apapun posisi dan tugas kita. Mari kita bangun daerah sesuai dengan tugas pokok masing-masing,” imbuh Djohan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Panitia HUT KLU dan RI, Evi Winarni, M.Si menyatakan, reboisasi akan diserahkan kepada camat dan desa. Bupati menyerahkan bibit secara simbolis kepada Camat, untuk selanjutnya ditanam di titik-titik yang dianggap kritis.

Adapun bibit kayu, mencakup bibit Mahoni, Nangka dan Bajur. Aksi lingkungan kali ini didukung oleh instansi terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Dinas LH Perkim Lombok Utara. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional