Bupati KLU Rombak Pejabat, Empat Kepala OPD Dikembalikan Jadi Fungsional Guru

Bupati KLU H. Djohan Sjamsu melantik 485 pejabat eselon IV, III dan II di Halaman Kantor Bupati KLU, Rabu, 1 September 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., melantik dan mengambil sumpah 485 pejabat lingkup Pemda KLU di halaman kantor Bupati, Rabu, 1 September 2021. Dari sekitar 30 posisi eselon II, terisi 15 orang, dan 15 lainnya masih kosong dengan jabatan tersebut dirangkap oleh sekretaris pada dinas/badan masing-masing.

Adapun dinas/badan yang belum memiliki pejabat definitif antara lain, Sekda, 1 posisi Staf Ahli, Bappeda, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dinas Kesehatan (Dikes), Dinas Pariwisata (Dispar), Disnaker Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP), Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Permukiman (LH dan Perkim), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD PSDM), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) (OPD baru), dan Kesbang Polinmas (OPD baru).

Iklan

Sementara dari jumlah jabatan eselon II yang terisi, Bupati memberi amanah masing-masing kepada, Simparudin, S.H., dan Kawit Sasmita pada Staf Ahli bidang Ekonomi dan Staf Ahli Bidang Hukum. Asisten I kepada Drs. H. Raden Nurjati, sekaligus Plt. Sekda, Asisten II, H. Rusdi (tetap), dan Asisten III, Anding Dwi Cahyadi (promosi dari jabatan staf).

Selanjutnya, BPBD dipercayakan kepada mantan Kadis LH dan Perkim, H. M. Zaldy Rahardian, Sekwan, H. Kartady Haris (tetap), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kahar Rizal, ST (sebelumnya Sekdis dan Plt Kadis PUPR), Abdul Hamid selaku Kadis Perindagkop UMKM, Sahabudin selaku Kaban BPKAD (tetap), Evi Winarni, Kepala Bapenda menggantikan Hermanto, Lalu Mustain selaku Kepala Perpustakaan dan Arsip (tetap), Tresnahadi, S.Pt., selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Peternakan dan Perkebunan, dan H. Ruba’in selaku Kadis Dukcapil.

Sementara dari 13 pejabat eselon II yang tidak dilantik di struktural, 4 orang di antaranya dikembalikan sebagai fungsional guru. Mereka adalah Dr. Faozan (mantan Kadis Dikpora), H. M. Najib (mantan Kepala BKD PSDM), Iwan Maret Asmara – mantan Kadis Hub dan H. Muhammad, S.Pd., – mantan Kadis Kominfo. Selanjutnya, dr. H. L. Bahrudin, mantan Kadis Dikes dikembalikan pada fungsional tenaga dokter pada RSUD KLU.

Bupati juga membentuk wadah baru yakni Tim Pengkaji Percepatan Pembangunan, yang terdiri dari 7 mantan pejabat eselon II. Antara lain, mantan kepala Bappeda, Heryanto; mantan Kepala Bapenda, Ir. Hermanto; mantan Kadisnaker, Agus Tisno; mantan Ka DP2KB PMD, H. Kholidi Halil, mantan Kadis Sosial PPPA, Faisol, mantan Kadis Pol PP, Wartawan, S.Sos., mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Vidi Ekakusuma, dan mantan Kalak BPBD, Muhadi, SH.

Terhadap jabatan eselon II yang lowong, Bupati memberi kepercayaan sementara kepada para Sekdis untuk merangkap jabatan. Antara lain, M. Wahyu Darmawan (Sekdishub), Rusdianto (Sek DP2KB PMD), Adenan (Sekdis Dikpora), Chairul Furqon (Sekdis Naker), H. Suhardi, S.KM., (Sekdis Pemadam Kebakaran), Ainal Yaqin (Sekdis Par), Husnul Hadi (Sekdis LH Perkim), Khairul Anwar, S.Komm, (Sekdis Kominfo), Abdul Kadir (Sekdis Dikes), dan Parihin, selaku Sekretaris Bappeda.

Sementara di kalangan camat, Bupati merombak seluruh pejabat camat di 5 kecamatan. Camat baru diberikan kepada masing-masing, Raselim selaku Camat Tanjung, Datu Arianata Bayuaji, selaku Camat Pemenang, Siti Rukaiyah, selaku Camat Kayangan, Karyadi, selaku Camat Gangga dan Denda Peni Warni, selaku Camat Gangga. “Tentu akan kita evaluasi jika tidak bisa laksanakan, dianggap gagal, dan kita akan evaluasi terus,” ucap Djohan usai melantik.

Djohan meminta seluruh ASN yang diberi kepercayaan bekerja secara maksimal untuk mencapai visi misi. Terlebih lagi, di kalangan para eselon II, Djohan mengembalikan sejumlah pejabat pada fungsional awal, yakni guru. Hal ini dilihat Djohan, karena KLU masih kekurangan banyak guru yang menentukan nasib bangsa. Pada mutasi kemarin, tidak kurang dari 100 orang ASN dikembalikan ke posisi guru.

“Mereka akan bertanggung jawab pada tugas dan fungsi. Ya sebagian guru yang tadinya di struktural kita kembalikan sebab kita kekurangan guru. Jangan semua guru jadi pejabat struktural susah kita nanti. Karena jalan pengabdian kita tidak hanya di sana,” tandasnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional