Bupati KLU dan Pertamina DPPU BIL Resmikan Kolam Pelestarian Penyu di Pantai Nipah

Operation Head PT. Pertamina (Persero) DPPU BIL, H. Boedi Poerwanto., S.St. menandatangi prasasti untuk mendukung pelestarian penyu di Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

Tanjung (Suara NTB) – PT. Pertamina (Persero) melalui Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Internasional Lombok (DPPU BIL) membangun fasilitas pelestarian penyu di Nipah, Desa Malaka Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara sebagai wujud pelestarian terhadap hewan yang terancam punah ini.

Fasilitas pelestarian penyu ini sudah dibuat representatif, terdiri dari kolam-kolam pelestarian dan tempat penetasan telur-telur penyu dengan konsep semi alami agar terhindar dari predator darat. Fasilitas ini diresmikan, pada Rabu, 25 Agustus 2021 dengan ditandatanganinya prasasti oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu, S.H., dan Operation Head PT. Pertamina (Persero) DPPU BIL, H. Boedi Poerwanto, S.St.

Iklan
Bupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu (paling kanan), didampingi Operation Head PT. Pertamina (Persero) DPPU BIL, H. Boedi Poerwanto., S.St. dan stakeholders lainnya, di salah satu kolam pelestarian penyu yang dibuat oleh PT. Pertamina (Persero) DPPU BIL.

Peresmian sekaligus dirangkai dengan pelepasan ratusan tukik (anak penyu) di Pantai Nipah. Hadir dalam kegiatan ini, sejumlah stakeholders, di antaranya dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTB, Dinas Kelautan Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Bank Indonesia NTB, Pimpinan Angkatan Udara LANUD ZAM, serta stakeholders terkait lainnya.

Kawasan konservasi penyu ini dikelola penuh oleh Turtle Conservation Community (TCC) Nipah yang selama ini sangat giat menjaga kelestarian penyu. Seperti diketahui, Pantai Nipah adalah salah satu destinasi wisata pantai dan kuliner seafood di Kabupaten Lombok Utara. Pantai Nipah juga menjadi pintu masuk menuju destinasi wisata unggulan Gili Matra (Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air) yang sudah tersohor.

Pantai Nipah dan Gili Matra memiliki satu kekhasan wisata bawah lautnya yang indah. Didukung eskosistem biota laut seperti terumbu karang dan penyu. Keberadaan penyu ini bahkan tidak ditemukan di tempat-tempat lainnya di berbagai belahan dunia. Namun sayang, keberadaan penyu-penyu langka ini juga makin terancam punah. Akibat penangkapan, pengeboman ikan, dan perburuan telur-telur penyu.

“Kami prihatin sekali, penyu langka yang dimiliki ini keberadaannya terancam punah. Oleh karena itu, kami terpanggil untuk ikut mengedukasi masyarakat menjaga penyu-penyu ini dan turut melestarikan habitatnya dengan membangun penangkaran penyu ini,” kata Boedi Poerwanto.

Pantai Nipah dikenal sebagai salah satu tempat mendaratnya penyu untuk bertelur. BKSDA bahkan menyebut, tiga dari tujuh spesies penyu langka di dunia, ditemukan di sekitar perairan Pantai Nipah. Di antaranya, Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang.

Pemerintah Daerah Lombok Utara juga telah menetapkan Pantai Nipah sebagai Kawasan Ekosistem Esensial Penyu berdasarkan SK Bupati Lombok Utara Nomor : 372/52/DLH-PKP/2019 tanggal 2 Oktober 2019 tentang penerapan KEE Penyu Kabupaten Lombok Utara seluas 32,5 hektare.

Atas dasar itulah, PT. Pertamina (Persero) DPPU BIL kemudian memberikan dukungan melalui program Keanekaragaman Hayati. Pertamina mendukung semangat besar pemuda-pemuda setempat yang tergabung dalam TCC Nipah dalam menjaga kelestarian penyu.

TCC ini sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Namun sangat membutuhkan dukungan eksternal terutama untuk membangun fasilitas sarana prasana konservasi penyu.

“Agar kawasan konservasi penyu ini lebih representatif, Pertamina ikut terlibat di dalamnya memberikan bantuan. Tidak sampai di sini. Kita akan damping terus sampai tiga tahun kedepan, atau bahkan lima tahun ke depannya. Kita monitor juga program-program pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat disini,” ujarnya.

Pertamina DPPU BIL juga giat melakukan pelepasan tukik di Pantai Nipah. Dari awal tahun 2021 hingga saat ini, sudah dua ribuan tukik dilepas. Dengan harapan, populasinya di perairan sekitar bisa terjaga. Indeks Keanekaragaman Hayati yang dihitung berdasarkan Shannon-Wiener Index (H’) di area konservasi ini dengan adanya program juga mengalami peningkatan dari 0,140 H’ menjadi 1,052 H’.

Tentu saja seluruh pihak turut mengapresiasi kehadiran Pertamina untuk pelestarian penyu. Bupati Lombok Utara, H. Djohan Samsu menyampaikan terimakasih atas kekepedulian Pertamina DPPU BIL yang sudah membantu secara aktif kegiatan kepemudaan dan pelestarian penyu.

Menurutnya, kegiatan pelestarian penyu ini harus tetap dijaga dan diwariskan. Mengingat, Kabupaten Lombok Utara adalah daerah pariwisata yang di dalamnya tidak lepas dari lestarinya alam dan lingkungan.
“Karena kelestarian penyu ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hadir di Lombok Utara. Ini baru Pertamina BUMN yang hadir. Dan kita harapkan perusahaan-perusahaan negara yang ada disini, silahkan kita berpartisipasi. Bukan hanya minyak saja diurus sama Pertamina, penyu juga diurus. Dan kita terima kasih untuk itu,” demikian harapannya.

Ketua TCC Nipah, Fikriludin dalam kesempatan ini juga turut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pertamina DPPU BIL yang melaksanakan program Keanekaragaman Hayati melibatkan TCC Nipah. Dukungan ini menurutnya menjadi tantangan bagi pemuda-pemuda dan masyarakat setempat untuk terus berjuang menjaga kelestarian penyu dan terumbu karang di perairan sekitar. Ia meyakini, manfaat kegiatan ini akan dirasakan hingga turun temurun jika eksosistem dan biota lautnya dapat terus dijaga bersama-sama.

Bank Indonesia NTB sendiri ikut berpartisipasi dengan memfasilitasi masyarakat yang ingin memberikan donasi untuk TCC dalam pelestarian penyu di perairan Nipah, saat ini penyaluran donasi dapat dilakukan secara non tunai menggunakan QRIS TCC NIPAH, baik langsung di lokasi maupun dari jarak jauh. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional